Sebagai salah satu perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran 308 universitas terbaik dunia versi QS World University Rankings 2024, Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara unggul dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan motto “Excellence with Morality” serta upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs No. 1: Tanpa Kemiskinan, melalui penguatan edukasi yang aplikatif dan inklusif.
Dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecturer yang menghadirkan narasumber dari Universitas Putra Malaysia, Muhammad Azfar bin Ismail, Ph.D., selaku Senior Lecturer. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 15.00–17.00 WIB, bertempat di Ruang C501 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.
Kuliah tamu bertajuk “Fish and Spoilage: The Hidden Story” diikuti oleh 65 mahasiswa dari Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan serta Program Studi S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pemahaman tingkat kesegaran ikan sebagai sumber protein hewani yang sangat mudah mengalami penurunan mutu.
Dalam pemaparannya, Dr. Azfar menjelaskan bahwa pengetahuan tentang kesegaran ikan tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat luas, termasuk nelayan, pedagang ikan, pelaku UMKM, dan konsumen. Pemahaman ini dapat membantu mencegah kerugian ekonomi akibat penurunan kualitas ikan serta meningkatkan nilai jual produk perikanan, sehingga berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dengan perkembangan teknologi saat ini, tingkat kesegaran produk perikanan dapat diketahui menggunakan metode non-destruktif, tanpa harus menyentuh, mencium, atau mencicipi ikan seperti pada uji sensori konvensional,” ujar Dr. Azfar. Ia juga menyampaikan materi dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan penjelasan populer agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh berbagai kalangan.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan International Guest Lecturer ini juga mendorong mahasiswa untuk aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta pada sesi diskusi, di mana beberapa mahasiswa berani mengajukan pertanyaan dalam Bahasa Inggris terkait penerapan teknologi penentuan kesegaran ikan.
Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga berkontribusi dalam edukasi masyarakat berbasis ilmu perikanan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan, sejalan dengan tujuan SDGs No. 1.







