INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA UDANG VANAMEI YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEPADATAN TINGGI

By Gunanti Mahasri On Selasa, Juni 23 rd, 2020 · no Comments · In

INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA UDANG VANAMEI YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEPADATAN TINGGI

Udang adalah salah satu produk perikanan yang memiliki kandungan protein hewani yang tinggi dan disukai oleh asing dankomunitas domestik. Produksi udang Indonesia meningkat, pada tahun 2017 udang vanamei produksinya mencapai 1,1 juta ton. Udang putih Pasifik berasal dari perairan Amerika dan telah menyebar di seluruh Indonesia dan dikembangkan oleh petani dan pemerintah. Budidaya udang vanamei dipilih oleh petani karena jenis udang ini lebih tahan terhadap penyakit, memiliki pertumbuhan lebih cepat, tahan terhadap perubahan lingkungan, memiliki waktu budidaya lebih pendek (90-100 hari per musim), kepadatan tebar tinggi, tingginya tingkat kelangsungan hidup dan menghemat makan.Sejalan dengan pertumbuhan ini, budidaya udang vanamei baik di pembenihan dan kolam tidak bebas dari masalah. Budidaya udang vanamei di tempat penetasan dapat berlangsung sampai larva mencapai tahap pasca larva (PL11-PL15) dengan kepadatan mencapai 300-400 ekor dalam satu meter persegi dan dalam penggilingan mencapai hingga tahap PL20 – PL30. Masalah utama yang sering dialami petani adalah masalah penyakit dan kondisi lingkungan menurun. Kondisi lingkungan yang buruk dalam budidaya udang dengan pola intensif atau super intensif dapat disebabkan oleh kepadatan tebar tinggi (hingga 200 – 300 ekor per meter persegi atau sisa pakan) dapat meningkatkan kandungan bahan organik yang menumpuk di dasar air dan menyebabkan pembusukan. Produk sampingan dari gangguan proses dekomposisi bahan organik adalah munculnya amoniak (NH3) dalam air dan akumulasi limbah dalam budidaya tanah, yang menyebabkan udang diracuni. Kondisi air yang menurun akan menyebabkan udang mengalami stres, yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terhadap infeksi patogen itu berada di perairan.

Salah satu penyakit parasit yang sering menyerang udang vanamei adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa parasit dari kelas Ciliate. Protozoa yang menyerang udang vanamei di tambak, yaitu Zoothamnium sp., Vorticella sp. dan Epistylis sp. Penyakit yang disebabkan oleh ketiga spesies ini dapat menyebabkan kematianudang dalam akuakultur hingga 100% di tempat penetasan. Sampai sekarang prevalensi dan intensitas tambak udang masih tinggi mencapai 67% dengan intensitas zooid per udang. Selanjutnya dikatakan bahwa seluruh permukaan tubuh dan insang udang yang terinfeksi oleh protozoa ini akan ditemukan dalam kelompok tiga spesies yang berwarna putih krem, yang dapat menyebabkan udang sulit bernapas, sulit makan dantidak bisa mengganti kulit (ganti kulit).

Berdasarkan uraian tersebut, perlu adanya inventarisasi ektoparasit pada udang vanamei yang dipelihara di kolam dengan pola intensif dan di tempat penetasan tinggi di Kabupaten Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berdasarkan prevalensi, intensitas, dan tingkat serangan, untuk dijadikan rujukan dalam budidaya udang vanamei di kolam.

Penulis
Gunanti Mahasri
Departemen MKI-BP
Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada link berikut ini: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012077

Sumber
http://news.unair.ac.id/2020/06/20/inventarisasi-ektoparasit-pada-udang-vanamei-yang-dibudidayakan-dengan-kepadatan-tinggi/

 270 total views,  2 views today

Please follow and like us:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
YOUTUBE
Instagram