Surabaya – Rangkaian Join International Class (JIC) 2026 Universitas Airlangga menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas negara bagi delapan peserta dari Indonesia, Ethiopia, Afganistan, Malaysia, dan Timor-Leste. Mengusung tema “Connecting Global Minds Through Collaborative Learning”, kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut menjadikan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR sebagai salah satu ruang pembelajaran pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam agenda tersebut, peserta mengikuti materi “Know Your Fish, Know Your State” yang disampaikan oleh Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.Si. Melalui materi ini, peserta diajak mempertanyakan kembali pemahaman dasar mengenai ikan. Karakteristik umum seperti hidup di air, memiliki sisik, dan mempunyai sirip diperkenalkan sebagai titik awal, sebelum peserta diajak melihat bahwa ciri tersebut tidak selalu berlaku pada seluruh jenis ikan.

Salah satu contoh menarik ialah mudskipper, ikan yang mampu memanjat pohon. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ikan memiliki kemampuan dan karakteristik yang jauh lebih beragam dibandingkan pemahaman umum mengenai kehidupan ikan di dalam air. Pembahasan kemudian diperluas melalui keragaman ukuran, bentuk, karakteristik, hingga nilai ekonomi ikan, baik sebagai komoditas konsumsi maupun ikan hias bernilai tinggi.
Dr. Veryl juga menekankan bahwa mempelajari ikan membuka ruang pembelajaran yang luas, mulai dari penelitian laboratorium dan kegiatan lapangan hingga interaksi dengan masyarakat serta pemanfaatan teknologi komputer. Pengetahuan tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, ekowisata, fotografi ikan, hingga eksplorasi spesies yang belum dideskripsikan.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta mendapatkan tugas untuk mengamati ikan di sekitar kampus, mendokumentasikannya, kemudian menyusun katalog berdasarkan hasil pengamatan. Aktivitas ini mendorong peserta mengembangkan kemampuan observasi sekaligus melihat lingkungan sekitar sebagai ruang belajar.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran yang mendorong keterampilan observasi, berpikir kritis, dan pengalaman belajar kontekstual. Pertemuan peserta dari berbagai negara juga memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui pembelajaran kolaboratif.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA





