KAKEMA (Kajian Keilmiahan Mahasiswa) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga berpartisipasi dalam Brawijaya Channa Contest 2025 yang diselenggarakan pada 9–11 Mei 2025 di Universitas Brawijaya, Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui peningkatan kapasitas pengetahuan dan praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Enam perwakilan KAKEMA mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan akuakultur ikan channa sebagai salah satu komoditas perikanan budidaya bernilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR serta proses fish check-in sebelum peserta berinteraksi dengan komunitas channa. Interaksi ini menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman terkait teknik budidaya ikan channa, mulai dari manajemen pemeliharaan hingga kesehatan ikan. Diskusi tersebut mendukung prinsip SDGs dalam mendorong pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan serta mengurangi tekanan terhadap stok ikan alam melalui pengembangan sektor budidaya.
Pada hari pertama, peserta juga melakukan kunjungan ke unit budidaya bioflok di Malang. Kunjungan ini memberikan wawasan langsung mengenai penerapan teknologi bioflok yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air, serta mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Teknologi ini dinilai relevan dengan upaya menjaga kualitas perairan dan mendukung praktik akuakultur berkelanjutan sebagaimana ditekankan dalam SDGs.
Hari kedua diisi dengan partisipasi langsung dalam kegiatan lomba serta interaksi dengan penyelenggara dari Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan Universitas Brawijaya. Pada kesempatan ini, peserta turut memperkenalkan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, sekaligus memperluas jejaring antar mahasiswa dan komunitas budidaya perikanan. Peserta juga memperoleh informasi terkini mengenai tren budidaya ikan channa, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga teknik pemeliharaan yang efisien dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari ketiga dengan keikutsertaan peserta dalam Seminar Pekan Akuakultur Indonesia, yang membahas perkembangan industri perikanan serta tantangan keberlanjutan sektor akuakultur di Indonesia. Melalui seminar dan pengumuman hasil lomba, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang peran generasi muda dalam mendukung keberlanjutan sumber daya perairan. Kegiatan diakhiri dengan proses fish check-out sebelum kembali ke Surabaya.
Melalui partisipasi dalam Brawijaya Channa Contest 2025, KAKEMA tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antar komunitas budidaya perikanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan praktik budidaya ikan yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian SDGs melalui pengelolaan sumber daya perairan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.







