Program Pertukaran Mevlana merupakan program didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Turki yang memfasilitasi Mahasiswa dan Staf dari negaraasing untuk memiliki pengalaman internasional dalam pengembangan diri di Universitas Turki. Salah satu penerima beasiswa program ini untuk tahun akademik 2017/2018 adalah Muhamad Nur Ghoyatul Amin, Dosen Teknologi Hasil Perikanan dari Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Pertukaran diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan, Akdeniz Universitesi, Kota Antalya, Turki pada tanggal 05 Maret 2018 – 18 Maret 2018.
Selain mewakili akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan, Pak Ghoyatul juga mewakili Airlangga Global Engagement sebagai duta Fakultas Universitas Airlangga yang membidangi kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Akdeniz Universitesi. Dalam kesempatan pertukaran tersebut Pak Ghoyatul melakukan sekelompok kegiatan di bawah program antara lain :
1. Pertemuan strategis dengan Dekan, Koordinator Program Pertukaran Mevana dan Hubungan Internasional Akdeniz Universitesi di mana pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kemungkinan kolaborasi antara Akdeniz Universitesi dan Universitas Airlangga yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat seperti Pertukaran Pelajar dan Staf dan Publikasi Bersama
2. Memberikan dua ceramah terkait Teknologi Produk Ikan, termasuk Kuliah tentang Makanan Fungsional Ikan Indonesia, disampaikan pada 6 Maret 2018. Kuliah ini menunjukkan “apa makanan Indonesia yang beragam” dengan menunjukkan beberapa makanan ikan fermentasi yang memiliki fungsi dalam mengurangi risiko kronis gejala penyakit seperti hipertensi dan oksidasi. Kuliah lainnya adalah tentang “rasa Umami dari makanan laut” yang menjelaskan beberapa senyawa yang memunculkan rasa umami dari makanan laut seperti GMP, IMP, asam glutamat, asam aspartat dan peptida. Dia juga menjelaskan tentang bagaimana memprediksi kemungkinan peptida dari protein ikan yang diproduksi oleh enzim protease tertentu dengan menggunakan perangkat lunak online (NCBI-EXPASY). Kuliah kedua dilaksanakan pada 12 Maret 2018.
3. Mengikuti kuliah pada program Sarjana Mikrobiologi Pangan yang dikoordinasi oleh Prof. Pinar Yelirkaya. Pak Ghoyatul mengikuti bagaimana Guru Turki melibatkan siswa dalam Kuliah mereka. Meskipun kuliah diajarkan dalam Bahasa Turki, setidaknya dia tahu bagaimana atmosfer akademik selama pembelajaran di kelas.
4. Belajar tentang bagaimana melakukan penentuan aktivitas antioksidan dengan menggunakan tes ABTS. Dia terlibat dalam Tim Peneliti di Tim Penelitian Produk Udang yang saat ini sedang melakukan penelitian pigmen astaxantin dari karapas udang yang dinilai mampu menghambat spesies oksigen reaktif.
5. Mendampingi praktikum mahasiswa di laboratorium mengenai budidaya bakteri yang tumbuh di ikan dingin. Kegiatan ini adalah kegiatannya yang menantang karena sebenarnya para mahasiswa yang mengambil kuliah menggunakan Bahasa Turki, sehingga dia harus perlahan-lahan berbicara kepada para siswa tentang bagaimana melakukan kultivasi itu.
6. Workshop “Program Magang Internasional untuk Mahasiswa Asing” yang merupakan program internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga saat ini. Dia mencoba melibatkan siswa dalam program itu, menjelaskan bagaimana program bekerja dan menjawab beberapa pertanyaan dan jawaban tentang program dari para siswa yang hadir. Magang diperlukan di universitas itu, sehingga kesempatan ini begitu strategis seperti Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga mungkin untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang dipertukarkan tahun ini. Pada saat yang sama, ia juga mengajar bahasa Inggris untuk Public Speaking yang dikoordinasi bersama Dr. Turker Bodur (Asisten Peneliti Fakultas Perikanan, Akdeniz Universitesi) dengan menggunakan metode gamed, sehingga para siswa menikmati pertemuan tersebut.
7. Pak Ghoyatul juga mengunjungi dua perusahaan ikan yang kunjungannya difasilitasi oleh Prof. Mehmet Gokolu (seorang Profesor di bidang Ilmu Perikanan, Akdeniz Universitesi). Dia menunjukkan beberapa fasilitas milik perusahaan mereka, bagaimana mesin bekerja dan bagaimana SSOP (prosedur operasi sanitasi standar). Kunjungan ini sangat berharga baginya, karena ia dapat melakukan brainstorming beberapa praktik terbaik yang dibuat oleh industri tersebut. Beberapa alumni Fakultas Perikanan, Akdeniz Universitesi bertemu dengannya untuk berbicara tentang kegiatan selama Program Pertukaran Mevana.
Secara keseluruhan program pertukaran ini sangat luar biasa, perspektif internasional tentang pengembangan pendidikan di Turki dapat diadopsi beberapa oleh dia untuk mengembangkan metode pembelajaran yang dia gunakan selama mengajar program sarjana di Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Dia berharap kolaborasi tidak hanya akan terbatas dalam program pertukaran ini, tetapi perluasan kerja sama dengan Universitas Akdeniz akan selalu dipertahankan atau bahkan diperkuat dengan melakukan beberapa kegiatan kolaboratif lainnya.
Dia mendorong akademisi dan mahasiswa di Fakultas Perikanan dan Kelautan untuk tetap memperbarui dengan program internasional yang diberikan oleh lembaga internasional karena akan sangat bermanfaat bagi institusi di masa depan.
Muhammad Nur Ghoyatul Amin memberikan kuliah umum
Penulis : Muhamad Nur Ghoyatul Amin
Editor : Annur Ahadi Abdillah



