Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Kolaborasi Internasional Menguat: Dosen FPK UNAIR Bawa Inovasi Biopolimer Laut dalam Seminar Hyflex di Tolosa, Filipina

Bagikan

Tolosa, Filipina — 30 April 2026, Faculty of Fisheries and Aquatic Sciences, Visayas State University (VSU) Tolosa menyelenggarakan Hyflex Seminar on Marine Biopolymers and Fisheries Innovations: Chitin, Fucoidan, and the Prospects of Marine berlangsung secara hybrid (luring dan daring) di Seminar Room Faculty of Fisheries and Aquatic Sciences, Visayas State University (VSU). Kegiatan ini menghadirkan Dr. nat. Techn. Muhamad Nur Ghoyatul Amin, S.Tp., M.P., M.Sc., yang merupakan seorang peneliti dan dosen dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Indonesia sebagai narasumber sekaligus representasi kontribusi akademisi Indonesia dalam forum ilmiah internasional. Seminar ini diikuti oleh staf pengajar, peneliti, serta mahasiswa dari Faculty of Fisheries and Aquatic Sciences dan Faculty of Agriculture and Food Sciences VSU-Tolosa, baik secara langsung maupun melalui platform daring, dengan antusiasme tinggi terutama pada sesi diskusi interaktif. 

Acara ini diawali dengan sambutan dari Assoc. Prof. Shereen A. Merro Selaku Director for Academic Affairs VSU-Tolosa dan dimoderatori oleh Dr. Rizalyn Gozales Selaku Dekan Faculty of Fisheries and Aquatic Sciences VSU-Tolosa. Dalam pemaparannya yang berjudul Biorefineries of Indonesian Wild Brown Algae, Dr. Amin mengulas secara komprehensif mengenai konsep pemanfaatan berkelanjutan dan komprehensif alga cokelat liar Indonesia sebagai bahan baku functional food dan nutraceuticals. Ia menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengolahan sumber daya laut mellaui konsep biorefinery yang mampu mengoptimalkan seluruh komponen biomassa laut secara efisien.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kandungan bioaktif seperti fucoidan, yaitu polisakarida tersulfatasi yang diektrak dari alga cokelat dari berbagai wilayah di Indonesia seperti pulau Madura, Lombok, Makassar, Riau, Bali, hingga Karawang memiliki potensi yang besar dalam pengembangan produk kesehatan. Hal ini menunjukkan kekayaan biodiversitas laut Indonesia sebagai aset strategis dalam pengembangan bioteknologi kelautan. 

Materi yang disampaikan oleh Dr. Amin memberikan wawasan dan perspektif baru mengenai potensi bioteknologi kelautan dalam mendukung pengembangan produk berbasis sumber daya hayati laut yang bernilai tambah dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari luaran kegiatan lainnya, diperkenalkan pula program Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan yang ada di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga kepada peserta yang berminat melanjutkan studinya serta peluang pendanaan melalui Airlangga Development Scholarship sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas akademik dan riset internasional.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik internasional, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk pertukaran ilmu pengetahuan dan pengembangan inovasi di bidang bioteknologi kelautan. Secara tidak langsung, kegiatan ini berkontribusi pada SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan, SDG 9 melalui dorongan inovasi, SDG 14 melalui pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 17 melalui kemitraan global dalam bidang pendidikan dan riset.

Penulis : Muhamad Nur Ghoyatul Amin

Penyunting : FBM

Rated 5 out of 5