Surabaya, 25 April 2025 – Fisheries Processing Club (FPC) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Divisi Research and Development (RnD) melaksanakan program kerja produksi olahan hasil perikanan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya perikanan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga diarahkan sebagai model pendampingan bagi komunitas lokal, khususnya masyarakat pesisir, untuk mengembangkan produk olahan yang dapat diperjualbelikan dan menjadi sumber pendapatan tambahan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1: Tanpa Kemiskinan.
Pada Jumat, 25 April 2025, FPC melaksanakan produksi perdana bertajuk “Sambal CUTONG”, akronim dari sambal cumi-cumi dan sambal ikan tongkol. Kegiatan produksi dilaksanakan di Laboratorium Pangan FPK UNAIR dan menghasilkan dua varian produk sambal berbasis perikanan yang siap dipasarkan. Pada tahap awal ini, FPC berhasil memproduksi 11 kemasan sambal cumi dan 19 kemasan sambal ikan tongkol, yang kemudian dipasarkan di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FPC mempraktikkan secara langsung proses pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai jual, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga perencanaan pemasaran. Produk sambal berbasis perikanan dipilih karena relatif mudah dibuat, memiliki peluang pasar luas, serta dapat diaplikasikan oleh masyarakat pesisir dengan modal terjangkau.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian produksi berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para anggota FPC. Selain meningkatkan keterampilan teknis pengolahan pangan, kegiatan ini juga melatih mahasiswa dalam perancangan usaha kecil, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan produksi Sambal CUTONG diharapkan dapat menjadi contoh model pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, di mana sumber daya perikanan lokal diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk sambal berbasis perikanan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro yang mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui program ini, FPC UNAIR menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat, serta berkontribusi dalam upaya pengurangan kemiskinanmelalui pengembangan usaha berbasis perikanan sesuai dengan semangat SDGs No. 1.



