Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Kuliah Tamu Internasional FPK UNAIR Bahas Manajemen Penyakit Ikan untuk Perkuat Kompetensi Mahasiswa Akuakultur

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali memperkuat kualitas pembelajaran melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional pada 13 April 2026 dengan menghadirkan akademisi dari Universiti Putera Malaysia, Prof. Dr. Murni Karim. Kegiatan ini mengangkat tema manajemen penyakit ikan dalam bidang akuakultur, yang menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor perikanan modern.

Penguatan Pembelajaran melalui Kuliah Tamu Internasional

Kuliah tamu ini dilaksanakan di lingkungan FPK UNAIR dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuakultur semester 6 dan 8. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa dengan perspektif global dan pengalaman praktis dari pakar internasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Murni Karim menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan penyakit ikan, mulai dari meningkatnya intensitas budidaya, perubahan lingkungan, hingga munculnya patogen baru yang dapat mengancam keberlanjutan produksi. Ia menekankan bahwa manajemen kesehatan ikan harus dilakukan secara terintegrasi, mencakup pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan yang tepat berbasis pendekatan ilmiah.

Tantangan dan Strategi dalam Manajemen Penyakit Ikan

Pentingnya Pendekatan Preventif

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya pendekatan preventif dalam mengendalikan penyakit ikan. Prof. Dr. Murni Karim menyoroti bahwa praktik budidaya yang baik, pengelolaan kualitas air, serta pemilihan benih unggul menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko penyakit. Selain itu, penggunaan teknologi dalam monitoring kesehatan ikan juga menjadi langkah strategis yang semakin relevan di era modern.

Integrasi Ilmu dan Praktik Akuakultur

Kuliah tamu ini juga membahas bagaimana integrasi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan penyakit. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa keberhasilan akuakultur tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi, tetapi juga oleh kemampuan dalam menjaga keseimbangan ekosistem budidaya.

Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswa, yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kasus nyata di lapangan. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis serta solutif terhadap permasalahan di bidang akuakultur.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan bagi Mahasiswa

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen penyakit ikan sebagai salah satu kompetensi penting dalam bidang akuakultur. Dengan mengikuti kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam dunia kerja maupun penelitian di masa mendatang.

Manfaat yang dirasakan tidak hanya berupa peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga penguatan soft skills seperti kemampuan analisis, komunikasi ilmiah, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran narasumber internasional juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring akademik serta memahami standar global dalam pengelolaan akuakultur.

Kontribusi terhadap Pencapaian SDGs

Penyelenggaraan kuliah tamu ini secara alami mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis kolaborasi internasional. Selain itu, materi yang disampaikan juga relevan dengan SDG 14 (Life Below Water) dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan melalui pengelolaan kesehatan ikan yang optimal. Kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama akademik lintas negara.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor akuakultur yang berkelanjutan.

Penulis : FBM 

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5