Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Laksanakan Sidang AD/ART, FPC FPK UA Masuki Periode Baru Penuh Tantangan dengan Semangat!

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Laksanakan Sidang AD/ART, FPC FPK UA Masuki Periode Baru Penuh Tantangan dengan Semangat!

Bagikan

Sabtu 27 April 2024 lalu, Fisheries Processing Club telah melaksanakan Sidang AD/ART untuk memberi gambaran mekanisme serta memperbarui peraturan yang berlaku selama berjalannya periode kepungurusan 2024.

Kegiatan sidang AD/ART merupakan salah satu program kerja yang dimiliki oleh Badan Pengurus Inti FPC FPK UA yang bertujuan untuk memperbarui hal-hal mendasar baik peraturan syarat maupun bentuk hukuman yang mengatur berjalannya FPC FPK UA selama satu periode. Sidang AD/ART mengundang seluruh pengurus periode 2024 untuk ikut hadir dan meninjau kembali peraturan yang telah berlaku di periode sebelumnya dan diperbarui sesau dengan kebutuhan dan keadaan periode saat ini.

Sidang AD/ART FPC FPK UA 2024 di pimpin oleh 2 orang presidium, yakni

  1. Eka Putri Septianingsih, sebagai Presidium I
  2. Shafira Az-zahra Rudianto, sebagai Presidium II

Sidang berlangsung dengan tentram dan interaktif dari para pengurus. Adapun beberapa usulan penggantian diksi yang dilakukan oleh Fauziah Zanishar Diannisa selaku ketua umum FPC FPK UA 2024, Murni Santika selaku wakil ketua FPC FPK UA 2024, dan Khalisa Ghina selaku staff Departemen Kesejahteraan Mahasiswa.

Hal yang menjadi concern utama sidang AD/ART FPC FPK UA 2024 adalah syarat menjadi ketua umum selanjutnya, Fauziah Zanishar selaku ketua umum melakukan order penghapusan diksi “memiliki pengalaman sebagai staff selama satu tahun”

Order tersebut menjadi pro-kontra di antara para pengurus. Namun, Fauziah selaku ketua menjelaskan alasannya melakukan order penghapusan diksi tersebut. Menurutnya, berdasarkan apa yang telah ia rasakan selama beberapa  bulan menjabat sebagai ketua umum, rasa tanggung jawab dan rasa ikut memiliki organisasi menjadi hal yang sangat utama dalam menjadi ketua. Ia tidak ingin tanggung jawab tersebut diemban oleh seseorang yang tidak mau dan tidak dengan sepenuh hati nantinya.

Hal tersebut ditanggapi oleh Khalisa Ghina, “sebetulnya, aku paham dengan apa yang ingin disampaikan oleh Fauziah, memang betul tanggung jawab menjadi ketua tidak bisa diembang oleh sembarang orang. Sebagai ketua umum harus menjalankan kewajibannya dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta mempertimbangkan bibit bebet bobot lainnya.”

Juga masih banyak tanggapan, pendapat, juga saran dari pengurus lain guna kebaikan FPC FPK UA kedepannya. Melalui sidang AD/ART ini, pengurus FPC FPK UA belajar untuk menumbuhkan rasa memiliki organisasi dan pengambilan keputusan dengan tepat.

 

5/5