FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Langkah Baru Tiga Awardee LPDP di FPK UNAIR : Belajar, Meneliti, dan Memberi Dampak

4 minutes read
90 Views count

Surabaya – Program Magister Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menjadi pilihan para penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi. Pada Tahun Akademik 2026, tiga mahasiswa baru penerima beasiswa LPDP resmi bergabung di Program Studi Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan (BPK), masing-masing Ina Safitri, Nur Alvi Syahrin, dan Arinda Melina Putri. Ketiganya membawa latar belakang, pengalaman, dan fokus riset yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melanjutkan Ilmu dan Mengabdi untuk Daerah Asal

Salah satu awardee LPDP, Ina Safitri, merupakan alumni Program Studi S1 Akuakultur FPK UNAIR. Keputusannya melanjutkan studi di almamater tidak lepas dari pengalaman positif selama menempuh pendidikan sarjana.

Menurut Ina, FPK UNAIR memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berkembang, baik melalui kompetisi, organisasi kemahasiswaan, maupun fasilitas pembelajaran yang memadai. Lingkungan akademik tersebut menjadi alasan utama baginya untuk kembali menempuh pendidikan di program magister.

“Saat S1, saya merasa FPK UNAIR sangat memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang melalui berbagai lomba, kegiatan kemahasiswaan, serta didukung fasilitas yang lengkap. Karena itu saya memilih kembali melanjutkan studi di sini,” ujarnya.

Melalui Program Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, Ina berharap dapat memperdalam ilmu yang telah dipelajari semasa sarjana, khususnya di bidang budidaya perikanan. Pengetahuan tersebut nantinya ingin ia implementasikan untuk mendukung pengembangan sektor perikanan di kampung halamannya, termasuk melalui riset mengenai pengembangan budidaya udang di Kabupaten Sumenep.

Mengembangkan Riset Rumput Laut hingga Berpotensi Dipatenkan

Berbeda dengan Ina, Nur Alvi Syahrin merupakan lulusan Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu. Ketertarikannya melanjutkan studi di FPK UNAIR berawal dari pengalaman menjalani praktik kerja lapang dan penelitian di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya di Pusat Riset Perikanan, yang mempertemukannya dengan penelitian mengenai rumput laut coklat (Chlorophyta). Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mendalami riset mengenai kandungan antioksidan rumput laut. Selama ini, menurutnya, pemanfaatan industri masih banyak berfokus pada kelompok Rhodophyta, sehingga penelitian terhadap Chlorophyta masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

“Saya ingin melanjutkan penelitian mengenai antioksidan rumput laut. Harapannya, riset ini tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang hingga menghasilkan paten yang bermanfaat,” ungkap Alvi.

Selain itu, Alvi juga berencana mengembangkan penelitian di bidang sequencing DNA rumput laut sebagai upaya memperkuat pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia berbasis bioteknologi.

Mengembangkan Smart Packaging Berbasis Riset

Sementara itu, Arinda Melina Putri memilih FPK UNAIR karena reputasi akademik serta kehadiran dosen yang memiliki bidang keahlian sesuai dengan minat penelitiannya yakni pada bidang food packaging, sehingga sejalan dengan penelitian yang telah ia lakukan saat menempuh pendidikan sarjana.

Penelitian Arinda sebelumnya berfokus pada food packaging berbasis Modified Cassava Flour (MOCAF) dan kappa carrageenan. Melalui studi magister, ia berencana mengembangkan riset tersebut ke tahap yang lebih lanjut dengan memanfaatkan teknologi carbon dots untuk menghasilkan kemasan pangan cerdas (smart packaging).

“Saya melihat LPDP bukan hanya sebagai beasiswa, tetapi sebagai wadah yang memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kontribusi yang ingin saya berikan adalah melalui riset dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya agar masyarakat semakin mengenal pemanfaatan smart packaging,” jelas Arinda.

Ia juga menargetkan dapat menyelesaikan studi tepat waktu sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki nilai aplikatif bagi dunia industri pangan.

LPDP Membuka Jalan untuk Berkarya

Ketiga mahasiswa sepakat bahwa LPDP memberikan kesempatan yang luas bagi siapa saja untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Fleksibilitas program beasiswa tersebut dinilai membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus menghasilkan riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kehadiran para awardee LPDP ini semakin memperkuat komitmen FPK UNAIR dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan dan kelautan melalui inovasi berbasis riset. Semangat tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan pascasarjana yang berkualitas, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset inovatif di bidang bioteknologi, budidaya, dan teknologi pangan, serta SDG 14 (Life Below Water) melalui penelitian yang mendukung pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.

Penulis : Fahmi Bayhaqi

Penyunting : Terry Previo Avianto

Rated 5 out of 5