Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Lima Kandidat Golden Ticket 2026 Pilih FPK UNAIR, Perkuat Komitmen Cetak Talenta Perikanan Unggul dan Berkelanjutan

Bagikan

Universitas Airlangga (UNAIR) secara resmi mengumumkan 68 kandidat penerima golden ticket tahun 2026 pada Jumat (27/3/2026). Pengumuman tersebut dilaksanakan secara hybrid di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C serta disiarkan melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube UNAIR. Dari total 3.855 pendaftar yang berasal dari 1.690 sekolah di seluruh provinsi Indonesia, sebanyak lima kandidat tercatat memilih Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, khususnya Program Studi S1 Akuakultur dan S1 Teknologi Hasil Perikanan. Capaian ini menegaskan peran strategis FPK UNAIR dalam menjaring talenta unggul untuk mendukung pembangunan sektor perikanan nasional.

Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan UNAIR. Proses seleksi golden ticket dilaksanakan secara objektif melalui sistem pemetaan berbasis kuadran yang mengombinasikan capaian Akademik Excellent dan Prestasi Excellent. Sebanyak 207 siswa berada pada Kuadran 1 dan 68 siswa pada Kuadran 2 yang kemudian diusulkan sebagai penerima golden ticket jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Seluruh kandidat yang lolos saat ini tengah diusulkan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Lima kandidat yang memilih FPK UNAIR berasal dari berbagai daerah. Pada Program Studi S1 Akuakultur, kandidat yang diterima adalah Syakira Berliana Putri dari SMAN 14 Surabaya (Kota Surabaya), Roem Hanan Azzamiyuka dari MAN Kendal (Kendal), serta Galuh Nuril Maulida dari SMK Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri (Kediri). Sementara itu, pada Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan, kandidat yang berhasil memperoleh golden ticket adalah Maxlyn Ricardo Pargaulan Panjaitan dari SMKN 1 Driyorejo (Gresik) dan Iqbal Febriandi dari MAN Kendal (Kendal). Keberagaman asal sekolah tersebut mencerminkan komitmen UNAIR dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata.

Penguatan akses pendidikan melalui jalur golden ticket selaras dengan SDGs 1 (No Poverty), di mana pendidikan tinggi menjadi salah satu instrumen utama peningkatan kualitas hidup dan mobilitas sosial masyarakat. Selain itu, keberadaan Program Studi S1 Akuakultur dan S1 Teknologi Hasil Perikanan berkontribusi langsung terhadap SDGs 14 (Life Below Water), khususnya dalam pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, pengembangan budidaya ramah lingkungan, serta inovasi pengolahan hasil perikanan yang bernilai tambah.

Sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi berbasis riset, FPK UNAIR terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis laboratorium, penelitian terapan, serta kolaborasi dengan berbagai mitra. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas untuk mendukung ketahanan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Melalui capaian lima kandidat golden ticket tahun 2026 ini, FPK UNAIR semakin mempertegas komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan perikanan yang unggul dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai profil fakultas, program studi, laboratorium, serta kegiatan riset dan pengabdian masyarakat dapat diakses melalui laman resmi FPK UNAIR sebagai bagian dari transparansi dan penguatan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr

Editor : AAZ

Rated 5 out of 5