Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

LKMM-TD 2026 FPK UNAIR Bekali Mahasiswa Memahami Dasar-Dasar Organisasi dan Pengorganisasian

Bagikan
Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam berorganisasi. Salah satu materi yang disampaikan pada hari pertama kegiatan adalah Dasar-Dasar Organisasi oleh Terry Previo Avianto, M.Si. Materi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep organisasi, proses pengorganisasian, struktur organisasi, hingga perkembangan teori organisasi yang relevan dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung C FPK UNAIR tersebut, peserta diajak memahami bahwa organisasi merupakan wadah yang dibentuk oleh sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama melalui kerja sama yang terstruktur. Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola pembagian tugas, komunikasi, koordinasi, serta hubungan antaranggota secara efektif.

Dalam pemaparannya, Terry Previo Avianto, M.Si. menjelaskan bahwa salah satu fungsi penting dalam manajemen organisasi adalah pengorganisasian (organizing). Pengorganisasian merupakan proses mengatur berbagai sumber daya dan aktivitas agar tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal. Melalui proses ini, setiap anggota organisasi dapat memahami peran, tanggung jawab, serta kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan bersama.

Bapak Terry kemudian menjelaskan proses pengorganisasian yang dikemukakan oleh Ernest Dale. Proses tersebut meliputi perincian pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi, pembagian pekerjaan kepada individu atau kelompok yang bertanggung jawab, pengelompokan aktivitas ke dalam unit-unit kerja, pembentukan mekanisme koordinasi, hingga monitoring dan reorganisasi untuk menjaga efektivitas organisasi. Melalui tahapan tersebut, organisasi dapat bekerja secara lebih sistematis dan mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan yang terjadi.

Selain menjelaskan proses pengorganisasian, Bapak Terry juga memaparkan berbagai fungsi pengorganisasian dalam organisasi. Fungsi tersebut meliputi penciptaan kejelasan ekspektasi kerja, pencegahan tumpang tindih tugas, pemahaman terhadap alur aktivitas kerja, penentuan saluran komunikasi, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang efektif. Dengan adanya sistem pengorganisasian yang baik, setiap anggota organisasi dapat bekerja secara lebih terarah dan memahami posisi serta tanggung jawabnya masing-masing.

Salah satu pembahasan utama dalam materi ini adalah konsep empat pilar pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing). Bapak Terry menjelaskan bahwa organisasi yang efektif dibangun atas empat komponen utama, yaitu pembagian kerja (division of work), pengelompokan pekerjaan (departmentalization), penentuan hubungan antarbagian dalam organisasi (hierarchy), serta koordinasi (coordination). Keempat pilar tersebut menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang mampu menjalankan fungsi dan program kerjanya secara optimal.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai koordinasi sebagai salah satu unsur penting dalam organisasi. Menurut Bapak Terry, koordinasi merupakan pengaturan hubungan kerja sama untuk memperoleh kesatuan tindakan dalam mencapai tujuan organisasi. Tingkat kebutuhan koordinasi bergantung pada jenis pekerjaan dan hubungan antarunit yang ada di dalam organisasi. Semakin tinggi ketergantungan antarunit, maka semakin besar pula kebutuhan terhadap koordinasi dan komunikasi yang efektif.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada tiga bentuk ketergantungan antarunit organisasi menurut James D. Thompson, yaitu pooled interdependence, sequential interdependence, dan reciprocal interdependence. Ketiga bentuk hubungan tersebut menunjukkan bahwa setiap unit organisasi memiliki pola keterkaitan yang berbeda-beda sehingga membutuhkan mekanisme koordinasi yang sesuai untuk mendukung efektivitas kerja organisasi secara keseluruhan.

Pembahasan berikutnya berfokus pada struktur organisasi. Bapak Terry menjelaskan bahwa struktur organisasi merupakan susunan fungsi dan hubungan kerja yang menggambarkan keseluruhan aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi juga menunjukkan bagaimana berbagai fungsi dan aktivitas yang berbeda saling terhubung dan bekerja sama dalam satu kesatuan organisasi.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk struktur organisasi, mulai dari organisasi line, organisasi staf atau fungsional, organisasi gabungan line dan staf, hingga organisasi berbasis sistem panitia. Setiap bentuk organisasi memiliki karakteristik serta pola hubungan kerja yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Pemahaman terhadap berbagai bentuk struktur organisasi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang nantinya akan aktif dalam kepengurusan organisasi maupun kepanitiaan kegiatan.

Selain membahas struktur organisasi, Bapak Terry juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan struktur organisasi menurut Alfred D. Chandler, yaitu teknologi, sumber daya manusia, serta ukuran organisasi. Ketiga faktor tersebut berperan dalam menentukan bentuk organisasi yang paling sesuai agar mampu mendukung efektivitas kerja dan pengambilan keputusan.

Pada bagian akhir materi, peserta diajak memahami perkembangan teori organisasi mulai dari teori administrasi klasik yang dipelopori oleh Henry Fayol hingga teori organisasi modern. Teori organisasi modern memandang organisasi sebagai sistem terbuka yang selalu berinteraksi dengan lingkungan dan harus mampu beradaptasi terhadap perubahan. Perspektif ini menjadi semakin relevan bagi organisasi kemahasiswaan yang dituntut untuk responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan anggota, dan dinamika lingkungan sekitar.

Melalui materi Dasar-Dasar Organisasi, peserta LKMM-TD 2026 memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana organisasi dibentuk, dikelola, dan dikembangkan secara efektif. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai anggota maupun pengurus organisasi yang profesional, kolaboratif, dan mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Materi ini sejalan dengan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang kepemimpinan, manajemen, dan organisasi. Selain itu, pemahaman mengenai koordinasi, komunikasi, dan kerja sama dalam organisasi juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan budaya kolaboratif yang menjadi kunci keberhasilan berbagai program dan kegiatan kemahasiswaan.

Penulis: Alejandro Ahmad Zuhayr
 Editor: TPA
Rated 5 out of 5