Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mahasiswa FPK UNAIR Terlibat Aksi Lapangan Konservasi Penyu di Malaysia

Bagikan

Sebagai bentuk nyata implementasi SDGs 14 (Life Below Water) yang menekankan perlindungan ekosistem laut dan pencegahan kepunahan spesies, enam mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2022 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Luar Negeri di Fakulti Sains dan Teknologi (FST), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Keenam mahasiswa tersebut adalah Tirsa Ruthdita Puspita Sari, Mercia Meixi, Lintang Fitrasasi Maharani, Edo Rizky Pratama Rajagukguk, Ahmad Hasrum, dan Arka Samsul Dzakiy.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan konservasi ekosistem pesisir dan perlindungan satwa laut, khususnya penyu yang populasinya terus mengalami penurunan di kawasan Asia Tenggara. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Intertidal Night Walk (INW) pada Jumat, 5 September 2025, bertempat di Teluk Gorek, Endau, Mersing, Johor, Malaysia, yang merupakan wilayah penting bagi ekosistem pesisir dan jalur migrasi penyu.

Kegiatan INW dilaksanakan pada pukul 20.00–22.00 waktu setempat, didampingi oleh dosen pembimbing lapangan dan asisten laboratorium UKM. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi langsung ekosistem intertidal pada malam hari, waktu kritis bagi berbagai organisme laut, termasuk fase aktivitas penyu di sekitar pantai untuk mencari pakan dan area bertelur. Observasi dilakukan secara hati-hati menggunakan senter kepala dan alat dokumentasi, dengan prinsip minimal disturbance guna menjaga keseimbangan ekosistem dan tidak mengganggu satwa liar.

Selain mengamati keanekaragaman biota laut seperti kepiting, bintang laut, anemon, sea cucumber, mudskipper, ikan scorpion, cowrie, serta berbagai jenis alga, mahasiswa juga mempelajari indikator kesehatan habitat pesisiryang berperan penting dalam mendukung keberlangsungan hidup penyu. Kondisi substrat pasir, terumbu karang, dan genangan air diamati sebagai bagian dari penilaian kesesuaian habitat peneluran penyu.

Seluruh biota yang diamati hanya ditempatkan sementara untuk keperluan identifikasi dan dokumentasi, kemudian dikembalikan ke habitat aslinya. Data hasil pengamatan dicatat secara sistematis dalam catatan lapangan dan digunakan sebagai bahan evaluasi kondisi ekosistem pesisir serta dasar penyusunan laporan PKL.

Kegiatan ini memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara kesehatan ekosistem intertidal dan kelangsungan hidup penyu, sehingga upaya konservasi tidak hanya berfokus pada satwa, tetapi juga pada perlindungan habitatnya. Selain meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan lapangan, program ini juga memperkuat kerja sama internasional antara UNAIR dan UKM dalam mendukung konservasi laut berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui keterlibatan aktif dalam pembelajaran dan aksi lapangan ini, mahasiswa FPK UNAIR berkontribusi nyata dalam mendukung SDGs 14, khususnya dalam upaya melindungi spesies laut terancam punah dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di kawasan regional Asia Tenggara.

Rated 5 out of 5