FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Mahasiswa Baru Akuakultur FPK UNAIR Diajak Bikin Aquascape

2 minutes read
76 Views count

Surabaya – Pengenalan Program Studi Akuakultur dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) dikemas dengan cara yang berbeda. Melalui kolaborasi Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) dan Badan Semi Otonom (BSO) Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA), mahasiswa baru diajak mengenal salah satu cabang ilmu akuakultur melalui kegiatan pengenalan aquascape, yang memadukan penyampaian materi di kelas dengan praktik langsung di halaman FPK UNAIR.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sejak mahasiswa mulai mengenal dunia akuakultur. Tidak hanya memahami konsep secara teoritis, mahasiswa baru juga diajak melihat bagaimana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan melalui penyusunan ekosistem perairan dalam skala sederhana.

Sesi diawali dengan penyampaian materi di dalam kelas mengenai konsep dasar aquascape, mulai dari pengertian, komponen penyusun, hingga prinsip penyusunan ekosistem dalam akuarium. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai elemen seperti tanaman air, media tanam, batu, dan kayu, serta bagaimana setiap komponen tersebut ditempatkan dengan mempertimbangkan aspek estetika dan kebutuhan biologis organisme akuatik.

Melalui materi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran bahwa aquascape tidak hanya berkaitan dengan penataan akuarium, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenal prinsip-prinsip ekologi dan pengelolaan lingkungan perairan yang memiliki keterkaitan dengan bidang akuakultur. Pemahaman tersebut kemudian dibawa ke tahap praktik agar mahasiswa dapat melihat secara langsung penerapan materi yang telah disampaikan.

Usai sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan aquascape di halaman FPK UNAIR. Didampingi anggota BSO KAKEMA, mahasiswa baru secara berkelompok menyusun berbagai elemen aquascape, mulai dari penempatan substrat dan hardscape hingga penataan tanaman air. Proses tersebut berlangsung secara interaktif karena mahasiswa tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga berdiskusi dan bekerja sama dalam menentukan penataan setiap elemen.

Praktik secara berkelompok juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan teman seangkatan. Mereka belajar membagi tugas, menentukan pilihan, serta menyelesaikan persoalan yang muncul selama proses penyusunan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya memperkenalkan bidang keilmuan, tetapi juga melatih kemampuan yang dibutuhkan mahasiswa selama menjalani kehidupan akademik.

Pendekatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman. Pengenalan mengenai penyusunan ekosistem perairan juga berkaitan dengan SDG 14 (Life Below Water) karena mendorong pemahaman awal mengenai ekosistem dan organisme akuatik, sementara perhatian terhadap penggunaan tanaman dan elemen lingkungan dalam aquascape turut menumbuhkan kesadaran mengenai keseimbangan dan keanekaragaman hayati yang berkaitan dengan SDG 15 (Life on Land).

Penulis : FahmI Bayhaqi 

Editor : TPA

Rated 5 out of 5