Pada tanggal 24–25 Mei 2025, prestasi membanggakan dari mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Firman Maulana Barokah beserta timnya berhasil meraih gold medal dan penghargaan lainnya di ajang Lomba Essay Internasional Youth Summit (IYS) yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation in collaboration with International Students’ Association of USIM (Insan USIM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), and World Association of Young Scientists (WAYS) Negeri Sembilan, Malaysia. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dan memperlombakan karya-karya ilmiah dalam berbagai subtema global.
Tim UNAIR yang terdiri dari tujuh mahasiswa lintas fakultas menunjukkan sinergi dan kolaborasi luar biasa, yang menghasilkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Nama-nama mahasiswa dalam tim tersebut terdiri dari Firman Maulana Barokah (FPK), Salfa Dwi Firmansyah (FKH), Mochamad Dava Hibrawardana (FEB), Deva Fitra Firdausa Anwar (FK), Muhammad Dani Anko Putra (FKG), Sanjati Nugroho (FPK) dan Zhafa Putra Syah (FISIP). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapasitas intelektual, kreativitas, serta semangat kolaboratif mahasiswa UNAIR dalam menjawab tantangan global melalui tulisan ilmiah yang solutif dan inovatif. Para peserta menunjukkan kemampuan riset, analisis, dan pemaparan gagasan yang luar biasa dalam forum internasional yang kompetitif.
Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dan memperlombakan karya ilmiah dengan tema besar tantangan global masa kini, mencakup isu-isu pendidikan, lingkungan, teknologi, pangan, dan ekonomi berkelanjutan. Dalam kompetisi ini, tim UNAIR membawakan lima karya inovatif, antara lain:
- Pemanfaatan Teknologi Terkini untuk Pendidikan Disabilitas
- Inovasi Limbah Tulang Ikan dan Serat Singkong untuk Pencegahan Stunting
- Pemanfaatan Kulit Pisang untuk Mengurangi Polusi Lingkungan
- Teknologi Pemberian Pakan Otomatis pada Tambak Ikan
- Pemberdayaan Komunitas melalui Social Enterprise Menuju Indonesia Zero Net Emission 2060Para mahasiswa UNAIR tidak hanya berhasil membawa pulang satu, melainkan lima penghargaan bergengsi:
- Gold Medal (Kategori Education)
- Silver Medal (Kategori Food & Environment)
- Bronze Medal (Kategori Technology & Economic)
- Favorite Poster (Kategori Food & Economic)
Dengan total raihan satu gold, dua silver, dan dua bronze dan dua favorite poster, tim UNAIR dinobatkan sebagai Grand Champion dari seluruh pesertaPerjalanan menuju kompetisi ini dimulai tiga bulan sebelum hari perlombaan, saat tim mulai terbentuk melalui inisiasi kolaborasi lintas fakultas. Selama kurun waktu tersebut, tim menjalani proses yang intensif mulai dari riset topik, penulisan esai, penyusunan poster ilmiah, hingga latihan presentasi.
Karya-karya inovatif yang diusung, seperti teknologi pemberian pakan otomatis pada tambak ikan dan inovasi pengolahan limbah tulang ikan, sejalan dengan upaya SDGs dalam mendorong praktik akuakultur berkelanjutan, efisiensi pemanfaatan sumber daya hayati perairan, serta pengurangan pencemaran laut. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kapasitas akademik dan kolaborasi lintas disiplin mahasiswa UNAIR, tetapi juga memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan reputasi internasional universitas dan dampak jangka panjang berupa potensi pengembangan solusi aplikatif yang mendukung ketahanan pangan perikanan dan kelestarian ekosistem perairan. Prestasi ini menegaskan bahwa inovasi berbasis ilmu perikanan dan kelautan memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kehidupan di bawah air.
“Tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai sudut pandang dari latar belakang ilmu yang berbeda-beda. Tapi justru dari sanalah kekuatan kami berasal, karena semua ide dapat menyatu menjadi solusi yang holistik dan inovatif,” ungkap FirmanSalah satu momen paling membekas adalah saat nama Universitas Airlangga diumumkan sebagai peraih medali emas sekaligus Grand Champion.
“Kami sangat bersyukur dan terharu. Rasanya semua kerja keras, begadang, dan tekanan selama berbulan-bulan benar-benar terbayar lunas,” ujar Firman.
Firman menambahkan, “Kemenangan ini bukan semata soal medali, tapi tentang proses, perjuangan, dan nilai-nilai yang kami pelajari. Kami belajar pentingnya komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, dan tentunya kolaborasi lintas disiplin yang luar biasa.”
Tim UNAIR berharap kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun universitas, namun juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan bersuara dalam forum-forum internasional.
“Kami berharap karya-karya kami bisa menjadi inspirasi untuk solusi nyata di masyarakat. Ke depannya, kami ingin mengembangkan ide-ide ini menjadi proyek jangka panjang yang aplikatif, dan terus berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” tutur Firman.
“Kami belajar bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Selain menambah wawasan ilmiah, kami juga mendapat pelajaran hidup tentang pentingnya komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu,” Ujar Firman
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat muda Indonesia, jika diberi ruang dan dukungan yang tepat, mampu bersinar di kancah global. Universitas Airlangga, melalui mahasiswa-mahasiswa terbaiknya, telah menunjukkan bahwa kolaborasi, inovasi, dan dedikasi dapat melahirkan perubahan nyata dan membanggakan.




