Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga terus membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi yang diperlukan dalam pengelolaan organisasi. Salah satu materi yang diberikan pada hari pertama kegiatan adalah Perencanaan Jadwal Kerja yang disampaikan oleh ibu Putri Desi Wulan Sari, S.Pi., M.Si. Materi ini menekankan pentingnya perencanaan yang sistematis sebagai fondasi keberhasilan program kerja organisasi kemahasiswaan.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan menerjemahkan ide tersebut ke dalam rencana kerja yang terstruktur dan dapat dilaksanakan. Oleh karena itu, perencanaan jadwal kerja menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan setiap program dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Ibu Putri Desi menjelaskan bahwa perencanaan jadwal kerja merupakan proses merumuskan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan untuk mewujudkan suatu gagasan. Melalui perencanaan yang baik, organisasi dapat menyusun kegiatan secara sistematis, menentukan prioritas kerja, serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Selain itu, perencanaan yang matang juga membantu organisasi mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program.
Pada awal materi, peserta diperkenalkan pada konsep organisasi sebagai sekumpulan individu yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks organisasi kemahasiswaan, keberadaan organisasi tidak hanya menjadi wadah pelaksanaan program kerja, tetapi juga sarana latihan kepemimpinan dan manajemen, pengembangan kreativitas, aktualisasi diri, serta peningkatan berbagai keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa di masa depan.
Lebih lanjut, ibu Putri Desi menjelaskan hubungan antara kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi. Kepemimpinan berperan dalam menjaga komitmen anggota untuk mencapai visi organisasi, sedangkan manajemen berfokus pada pengembangan kapasitas organisasi dalam mewujudkan rencana yang telah disusun. Manajemen mencakup berbagai aspek, mulai dari pembentukan struktur organisasi, penyusunan personel, pembagian tugas, komunikasi, pendelegasian tanggung jawab, hingga sistem pemantauan dan penyelesaian masalah.
Peserta juga diajak memahami berbagai fungsi manajemen organisasi yang menjadi dasar dalam penyusunan program kerja. Fungsi tersebut meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing), pengarahan (directing), pengoordinasian (coordinating), penyusunan anggaran (budgeting), serta pelaporan (reporting). Seluruh fungsi tersebut saling berkaitan dan berperan dalam memastikan program organisasi dapat berjalan secara efektif.
Dalam pembahasan mengenai perencanaan program kerja, ibu Putri Desi menjelaskan tahapan yang perlu dilakukan organisasi sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi dan perumusan masalah, klasifikasi masalah, pencarian alternatif solusi, analisis alternatif, pengambilan keputusan, perumusan gagasan awal, penyusunan prioritas program kerja, penjabaran program, pelaksanaan program, pengukuran keberhasilan, evaluasi, hingga penyusunan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang.
Sebagai bagian dari proses perencanaan, peserta kembali dikenalkan pada pentingnya Analisis Kondisi Lingkungan (AKL) dan analisis SWOT sebagai alat untuk memahami kondisi organisasi. Melalui identifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats), organisasi dapat menentukan strategi yang lebih tepat dalam menyusun program kerja. Analisis tersebut juga membantu organisasi memahami kebutuhan lingkungan serta mengembangkan alternatif strategi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Materi kemudian membahas berbagai aspek organisasi yang perlu dianalisis dalam proses perencanaan, meliputi latar belakang organisasi, AD/ART, struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang, aspek kepemimpinan, administrasi dan keuangan, hingga hubungan internal maupun eksternal organisasi. Menurut Putri Desi, pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut menjadi dasar dalam menentukan program kerja yang realistis dan sesuai dengan kapasitas organisasi.
Dalam sesi mengenai penyusunan program kerja, peserta diajak memahami bahwa program yang baik merupakan hasil dari pengambilan keputusan yang didasarkan pada berbagai pertimbangan yang matang. Pengambilan keputusan tersebut dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi masalah berdasarkan data, mengembangkan kreativitas, mencari alternatif solusi, serta menerapkan teknik pemecahan masalah secara efektif.
Ibu Putri Desi juga menekankan bahwa penjabaran rencana kerja dan pembentukan kepanitiaan harus mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti kesesuaian dengan visi dan misi organisasi, tren yang berkembang saat ini maupun di masa mendatang, ketersediaan sumber daya, daya dukung organisasi, serta manajemen waktu. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, program kerja yang disusun akan lebih relevan, terarah, dan memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.
Sebagai bentuk implementasi materi, peserta diperkenalkan pada format penyusunan program kerja yang memuat nama kegiatan, bentuk kegiatan, tujuan, sasaran, indikator keberhasilan, sumber pendanaan, waktu pelaksanaan, serta keterangan pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga mempelajari penyusunan timeline kegiatan yang berfungsi sebagai panduan pelaksanaan program agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui materi Perencanaan Jadwal Kerja, peserta LKMM-TD 2026 memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyusun program, tetapi juga oleh kemampuan mengelola waktu, sumber daya, dan tahapan pelaksanaan secara sistematis. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengelola organisasi secara profesional dan menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Materi ini sejalan dengan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, dan perencanaan program. Selain itu, kemampuan menyusun program kerja secara terstruktur dan kolaboratif juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama dan koordinasi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Penulis: Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor: TPA



