Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mahasiswa FPK UNAIR Pelajari Inovasi Produk Perikanan Bersama Akademisi UMT

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menghadirkan kuliah tamu internasional sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan dalam mata kuliah Dasar-Dasar Pengolahan Hasil Perikanan (DDPHP) yang diikuti oleh mahasiswa semester 2 Program Studi Akuakultur dan Teknologi Hasil Perikanan.

Kuliah tamu bertajuk International Guest Lecture Session tersebut dilaksanakan secara daring pada Selasa, 9 Juni 2026. Pada kesempatan ini, FPK UNAIR menghadirkan Dr. Nabilah Binti Abdul Hadi dari Faculty of Food Science and Agrotechnology, Universiti Malaysia Terengganu (UMT) sebagai narasumber dengan materi berjudul “From Sea to Shelf: Innovation in Fisheries and Seafood-Based Products.”

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan dan produk pangan berbasis seafood. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai hasil penelitian terkini yang mendukung pengembangan produk pangan yang lebih bernilai tambah dan berdaya saing global.

Dalam pemaparannya, Dr. Nabilah memperkenalkan Faculty of Food Science and Agrotechnology (FSMA) UMT beserta program akademik dan fokus riset yang dikembangkan. Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian di bidang teknologi pangan terus dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sektor pangan serta pemanfaatan sumber daya kelautan secara optimal.

Mahasiswa kemudian diajak memahami pemanfaatan kitosan (chitosan) sebagai bahan fungsional dalam pengembangan produk pangan inovatif. Kitosan memiliki potensi untuk meningkatkan karakteristik produk sekaligus menjadi alternatif bahan yang mendukung pengembangan pangan berbasis hasil perikanan.

“Inovasi dalam produk perikanan harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan kesehatan konsumen. Melalui pengembangan teknologi pangan, berbagai komponen bioaktif dari hasil perikanan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah,” jelas Dr. Nabilah Binti Abdul Hadi.

Selain itu, Dr. Nabilah juga memaparkan perkembangan teknologi Pickering emulsion dan complex emulsion yang saat ini banyak digunakan dalam industri pangan modern. Teknologi tersebut memungkinkan peningkatan stabilitas senyawa bioaktif serta pelepasan nutrisi yang lebih efektif selama proses pencernaan.

Salah satu contoh yang dibahas adalah pengembangan emulsi untuk meningkatkan stabilitas dan bioaksesibilitas Vitamin D3. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi pangan dapat berkontribusi dalam menghasilkan produk seafood yang tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal bagi konsumen.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai peluang penerapan teknologi pangan modern pada industri pengolahan hasil perikanan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan riset dan inovasi yang sedang berkembang di tingkat internasional.

“Kolaborasi akademik seperti kuliah tamu ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan riset terkini dari perspektif yang lebih luas. Pertukaran pengetahuan antara institusi pendidikan tinggi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi profesional yang siap menghadapi tantangan industri pangan global,” ujar Dr. Nabilah Binti Abdul Hadi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai inovasi produk perikanan dari perspektif internasional sekaligus memahami pentingnya riset dalam mendukung pengembangan industri pangan masa depan. Kuliah tamu ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring akademik dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar materi perkuliahan reguler.

Kegiatan kuliah tamu internasional ini mencerminkan komitmen FPK UNAIR dalam memperkuat kolaborasi akademik global dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pertukaran pengetahuan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dunia. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 17: Partnerships for the Goals, kegiatan ini menjadi wujud nyata kemitraan internasional dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang perikanan serta teknologi pangan.

Rated 5 out of 5