Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Mari Cari Tau Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Kalimantan !

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mari Cari Tau Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Kalimantan !

Bagikan

Perairan Kalimantan dikenal juga dengan sebutan pusat segitiga karang dunia Perairan Kalimantan memiliki banyak pulau dengan segala keindahan terumbu karangnya. Beberapa pulau yang memiliki keindahan bawah laut yang sangat menarik mata yaitu Teluk Cina, Pulau Kabung, Teluk Balikpapan, Pulau Marabatuan, dan Pulau Matasirih. Teluk Cina sebenarnya memiliki terumbu karang yang indah namun upaya pelestarian dan penjagaan yang kurang sehingga terjadi penurunan kondisi ekosistem terumbu karang yang mana dilihat dari presentase tutupan yaitu 35,6%. Pulau Kabung memiliki terumbu karang dengan lifeform coral massive yang mendominasi. Kondisi lingkungan perairan Pulau Kabung masih tergolong dalam keadaan yang optimum bagi kehidupan dan pertumbuhan terumbu karang. Teluk Balikpapan hanya memiliki 10 jenis terumbu karang, dengan 9 diantaranya adalah jenis hard coral. Selain itu, ternyata kondisi terumbu karang teluk ini mengalami kerusakan yang signifikan. Hal ini mungkin terjadi karena adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak, penggunaan bahan kimia, jaring nelayan yang terperangkap, atau aktivitas yang menyebabkan terinjaknya terumbu karang. Terumbu karang di Pulau Marabatuan terdiri dari berbagai spesies karang yang tahan terhadap kekeruhan air yang tinggi, salinitas rendah, dan air yang eutrofikasi  yaitu karang Poritiid (masif), Agariciid dan Faviid, sedangkan terumbu karang di Pulau Matasirih terdiri dari berbagai spesies karang yang rentan terhadap perubahan ekstrem dalam air seperti Acropora dan Pocillopora. Terumbu karang pada Perairan Pulau Marabatuan tengah mengalami tekanan lingkungan yang diduga pengaruh dari runoff Sungai Barito. sedangkan terumbu karang di perairan Matasirih masih memiliki kondisi lingkungan untuk mendukung reproduksi dan rekrutmennya.

Penulis : Chansa Aria Ramadanti, Iskandar Suhud, Dinda Hasna Auliyah, Gian Adyatma Eka Putra, Eristha Salma Ramadhina

5/5