Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

MASA DEPAN EKSPLORASI MIKROBA LAUT INDONESIA

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

MASA DEPAN EKSPLORASI MIKROBA LAUT INDONESIA

Bagikan

MASA DEPAN EKSPLORASI MIKROBA LAUT INDONESIA

Mikroba (microbes) berasal dari dua kata yaitu micro (sangat kecil) dan biomes (organisme). Secara harfiah mikroba diartikan sebagai organisme berukuran sangat kecil, mayoritas tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Mikroba sendiri sebenarnya merupakan penyebutan secara umum untuk kelompok organisme mikro secara luas, yang terdiri atas organisme seluler maupun non-seluler (virus). Mikroba seluler sendiri masih dipisahkan menjadi prokaryotik dan eukaryotik.

Penelitian di bidang mikroba atau biasa disebut sebagai mikrobiologi berkembang pesat sejak pertama kali mikroskop digunakan untuk melihat animalcules (istilah awal untuk mikroba) oleh Louis Van Leunheuk. Louis yang berprofesi sebagai penjual pakaian dari Belanda dengan hobi melihat tetes air dari mikroskop yang ia buat, secara tidak langsung telah menempatkan sebuah bidang ilmu baru bernama mikrobiologi. Lebih lanjut, penelitian Louis Pasteur dan Robert Koch menempatkan posisi mikroba pada tempat penting dalam sejarah manusia.

Bertolak dari sejarah penemuan animalcules, yeast dan bakteri kontaminan pada produksi wine oleh Pasteur, serta pembuktian bahwa mikroba berperan sebagai patogen penyebab penyakit oleh Robert Koch, mikrobiologi kini telah menjadi bagian keseharian. Bahkan, hampir 80% produk yang digunakan oleh manusia saat ini merupakan produk dari mikroba. Sebagai contoh,, yogurt, keju, aseton, alkohol, bir, vitamin, suplemen makanan, pewarna makanan, banyak yang berasal dari mikroba.

Perkembangan penemuan obat juga tidak terlepas dari mikrobia. Semenjak Alexander Flemming menemukan bakteri yang dikultur tidak tumbuh disekeliling jamur Penicillium yang menjadi kontaminan di plate-nya, serta penemuan Penicilin, mikroba telah menjadi salah satu produser obat dunia. Jutaan nyawa telah diselamatkan oleh mikroba melalui bahan aktif yang dihasilkan. Hal tersebut juga yang mendasari penelitian mikroba di bidang perikanan dan kelautan.

Tim peneliti mikroba yang berada dalam kelompok peneliti Microbial Biotechnology Research Group, Fakultas Perikanan dan Kelautan, memfokuskan penelitian dalam bidang mikroba. Beberapa artikel telah berhasil diterbitkan oleh tim ini, baik dalam jurnal nasional maupun internasional dalam bentuk prosiding. Sebagai contoh adalah penggunaan kitosan untuk menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk pada ikan segar, isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat potensia penghasil senyawa antimikroba dari produk perikanan, serta identifikasi jamur yang bersimbiosis dengan koral.

Penelitian ini didasari atas luasnya lautan dan potensi perikanan Indonesia yang masih belum banyak dieksplorasi untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini ke depan akan terus dikembangkan guna mengangkat potensi mikroba dari sumber daya kelautan Indonesia yang dinyatakan sebagai salah satu megabiodiversitas di dunia.

Referensi

Pramono, H., Suciati, P., Putra, T.F., Andika, N. and Utari, S., 2018. Reduction Of Pathogenic Bacteria During Fermentation of Masin by Protease and Bacteriocin-Producing Lactic Acid Bacteria. AQUASAINS, 7(1), pp.629-636.

Pramono, H., Wahyuni, T., Abidin, F., Ardianto, W. and Sumartono, F.F.N., 2018. EFFECT OF CHITOSAN COATINGS ON PRESERVATION OF RED SNAPPER (Lutjanus argentimaculatus Forsskal, 1775) DURING LOW TEMPERATURE STORAGE. JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research, 2(3), pp.173-177.

Fanani, A.Z., Novitasari, T.A., Rofi’ah, S.C., Dewi, S.N.R. and Pramono, H., 2019. Identifikasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Kapang Laut Diisolasi Dari Koral Lunak Favites sp. BIOLINK: Jurnal Biologi Lingkungan, Industri dan Kesehatan, 6(1).

Pramono, H., Kurniawan, A., Andika, N., Putra, T.F., Hazwin, M.A.R., Utari, S., Kurniawan, A.P., Masithah, E.D. and Sahidu, A.M., 2019, February. Detection of antibiotic-resistant Salmonella sp. in the seafood products of Surabaya local market. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 236, No. 1, p. 012115). IOP Publishing.

Penulis

Heru Pramono
Departemen Kelautan
Email: heru.pramono@fpk.unair.ac.id

5/5