Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

MENGGALI POTENSI WIRAUSAHA MAHASISWA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN DI TENGAH PANDEMI

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

MENGGALI POTENSI WIRAUSAHA MAHASISWA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN DI TENGAH PANDEMI

Bagikan

Berita FPK– Bekerja di perusahaan adalah impian bagi sebagian besar sarjana Teknologi Hasil Perikanan. Kenyataan di lapangan, jumlah lapangan pekerjaan tak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi. Mahasiswa perlu memutar otak untuk menakar setiap peluang menghadapi dunia pasca kampus. Salah satu perjudian yang menantang adalah berwirausaha. Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR semasa perkuliahan diajarkan berwirausaha, sesuai dengan profil lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair salah satunya adalah Entrepreneur.

Entrepreneur adalah peluang yang menjanjikan, apalagi di Tengah Pandemi yang semakin mengikis jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Tidak sedikit karyawan yang mendapat PHK atau dipulangkan oleh lembaga tempat bekerja. Tidak sedikit pula fresh graduate dari perguruan tinggi yang kesulitan mendapat pekerjaan.

Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga mencoba menakar peruntungan berwirausaha di Tengah Pandemi. Marine Bar Company adalah perusahaan yang coba dirintis oleh Shindy Novia Ayun, Muhammad Fadhil Ilham Almadani, Salma Nada Fauziyah, Alvita Salsabila Asti, dan Ahmad Ghuril Muchajjalin yang di dampingi oleh Dr. Eng. Patmawati, S.Pi., M.Si. Para mahasiswa tersebut berinisiatif menghasilkan produk-produk berbahan dasar perikanan. Marine Bar dan Marine Cookies adalah produk unggulan yang sudah mereka produksi, kedua camilan tersebut berbahan dasar ikan lele. Kandungan protein, omega 3, dan fosfor yang tinggi menjadikan camilan yang dihasilkan memiliki gizi yang tinggi dan dapat diaplikasikan sebagai makanan diet.

Produk unggulan tersebut diikutkan oleh Marine Bar Company dalam perlombaan Jejaring Pasca Panen Indonesia. Selanjutnya produk dikenalkan dalam skala regional kota Surabaya Dalam acara tersebut dihadiri para pegawai Pemerintah Kota Surabaya. Camat  dan Lurah.  Komentar yang diberikan terhadap produk yang dihasilkan sangat baik. Salah satu pegawai Pemerintah Kota Surabaya sedikit heran karena aroma amis dari lele tidak terasa. Bu Camat dalam acara tersebut memberi petuah “Mahasiswa tidak harus bekerja nantinya, namun lebih mulia dapat memberikan pekerjaan bagi lainnya dengan merintis usaha”.

 

Penulis
Shindy Novia Ayun & Muhammad Fadhil Ilham Almadani

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan

5/5