Berita FPK-Hari Senin, 6 November 2018 saya mendapatkan undangan dari petambak Udang asal Singapura bernama Mr Michael Lee. Beliau seorang pengusaha di bidang perikanan yang meliputi sektor dari hulu ke hilir dalam artian mulai saat hatchery, tambak udang sampai ke cold storage. Akan tetapi yang menjadi kendala utama dari kegatan usaha adalah dari bidang tambak udang. Kunjungan ke Kalimantan tersebut bersama dengan para pengusaha dari PT Surya Windu Kartika yang merupakan perusahaan di bidang tambak udang dan perusaahan ini adalah salah satu stakeholder dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Surabaya, PT Langgeng Borobudur yang merupakan perusahaan yang bergerak di suplier alat teknis dan obat-obatan perikanan dan ketua Aspakindo (Asosiasi Pengusaha Sarana Perikanan Indonesia). Kunjungan lapang membutuhkan waktu selama 3 hari.
Lokasi tambak yang kami kunjungi meliputi beberapa wilayah Pontianak, Singkawang, Sungai Duri, Sungai Baru, Sambas hingga sampai ke Paloh. Tambak di Kalimantan Barat sangat luas, perairan laut masih sangat baik, lokasi mangrove luas dan keadaan perairan yang masih subur. Kondisi alam tersebut apabila dikelola dengan baik akan memberikan hasil produksi perikanan yang baik. Faktor SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi perhatian akan kebutuhan yang sangat krusial di pengelolaan manajemen tambak. Potensi perikanan di Indonesia sangat tinggi, semoga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa perikanan di Indonesia.
Penulis : Daruti Dinda Nindarwi
EditorĀ : Annur Ahadi Abdillah



