Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Menyelami Ilmu Laut Secara Langsung: Mahasiswa Akuakultur FPK UNAIR Praktikum Oseanografi di Mangrove Madura

Bagikan

Bangkalan – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman lapang melalui kegiatan praktikum mahasiswa Program Studi Akuakultur peminatan Ilmu dan Teknologi Kelautan. Pada tanggal 25 Mei 2026, sebanyak 52 mahasiswa semester empat melaksanakan praktikum lapang di kawasan wisata Labuhan Mangrove Jung Koneng, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T. Dr. Ayu Lana Nafisyah, S.Pi., M.Sc., Ph.D. serta Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si.

Praktikum lapang ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep oseanografi dan ekologi laut tropis yang sebelumnya dipelajari di ruang kelas. Melalui pendekatan observasi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual, tetapi juga mempelajari dinamika lingkungan pesisir secara nyata.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diminta untuk mengkaji berbagai aspek oseanografi yang meliputi oseanografi fisika, oseanografi kimia, oseanografi geologi, hingga ekologi laut tropis. Pengamatan dilakukan pada kawasan mangrove yang memiliki karakteristik ekosistem pesisir tropis dengan interaksi kompleks antara faktor lingkungan dan biota laut. Mahasiswa melakukan pengukuran parameter oseanografi mulai dari pH, suhu, salinitas, DO, TDS, ORP, kecerahan, kandungan nutrien pada air, kecepatan arus, periode gelombang, tinggi pasang surut serta mengidentifikasi hubungan antarvariabel oseanografi terhadap kondisi ekosistem mangrove yang ada di kawasan tersebut.

Data yang diperoleh selama praktikum kemudian dianalisis secara ilmiah dan dituangkan ke dalam laporan praktikum sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik. Selanjutnya pada minggu ke-14 perkuliahan, hasil analisis tersebut akan dipresentasikan di hadapan dosen pengampu mata kuliah untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, mengolah data, dan menyampaikan hasil kajian ilmiah secara sistematis.

Kegiatan praktikum lapang ini juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dengan kondisi nyata pengelolaan ekosistem pesisir. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir sebagai bagian dari sumber daya strategis nasional.

Selain memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik lapang dan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam bidang kelautan. Praktikum ini juga mendukung SDG 14: Life Below Water karena mahasiswa secara langsung mempelajari kondisi ekosistem pesisir dan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, kajian terhadap dinamika lingkungan pesisir juga relevan dengan SDG 13: Climate Action karena kawasan mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan blue carbon.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.

Namun, praktikum lapang ini tidak berhenti pada pengamatan ilmiah semata. Di balik proses pembelajaran tersebut, mahasiswa juga menemukan realitas lain terkait persoalan sampah yang mengancam kawasan mangrove. Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan aksi nyata kepedulian lingkungan bersama seluruh peserta praktikum.

Baca kelanjutannya pada PART 2: “Tak Hanya Praktikum, Mahasiswa Akuakultur FPK UNAIR Turun Langsung Bersihkan Pantai dan Mangrove Madura”.

Penulis : FBM

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5