Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Menyiapkan Akuakultur Muda yang Kompeten, FPK UNAIR Perkuat Praktikum Dasar Budidaya Perikanan

Bagikan

Surabaya – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang perikanan melalui pelaksanaan Praktikum Mata Kuliah Dasar-Dasar Akuakultur (DDA) pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Praktikum yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran lapang bagi mahasiswa semester dua Program Studi Akuakultur dalam memahami fundamental budidaya perairan secara langsung dan aplikatif.

Kegiatan praktikum ini dirancang sebagai mata kuliah pengawalan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia akuakultur secara lebih komprehensif. Tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui praktik lapangan, khususnya pada tahap persiapan kolam budidaya perikanan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kompetensi teknis mahasiswa sejak dini agar mampu memahami kondisi nyata di lapangan.

Dalam praktikum tersebut, mahasiswa melakukan pengambilan sampel sedimen yang menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan budidaya perairan. Pengamatan dan pengukuran yang dilakukan meliputi pengujian pH tanah serta kadar hidrogen sulfida (H2S) pada sedimen kolam. Kedua parameter tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kualitas lingkungan budidaya dan keberlangsungan hidup organisme perairan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh organisme yang dipelihara, tetapi juga oleh kualitas media dan lingkungan budidaya itu sendiri.

Pelaksanaan praktikum didampingi langsung oleh dosen-dosen pengampu mata kuliah, yakni Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D. dan Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. Selain itu, Dekan FPK UNAIR, Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M.P., turut hadir memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa sebelum kegiatan dimulai. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa praktikum Dasar-Dasar Akuakultur merupakan fondasi penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa akuakultur sebagai bekal utama dalam memahami sistem budidaya perairan secara ilmiah dan profesional.

Beliau juga menekankan pentingnya sikap kritis, disiplin, dan keseriusan mahasiswa selama menjalani proses praktikum. Menurutnya, kemampuan analisis terhadap kondisi lingkungan budidaya menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh calon sarjana akuakultur agar mampu menghadapi tantangan sektor perikanan modern yang semakin berkembang dan berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga meningkatkan keterampilan observasi, analisis data lapangan, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif. Praktikum lapang seperti ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun penelitian di bidang akuakultur dan pengelolaan sumber daya perairan.

Kegiatan praktikum Dasar-Dasar Akuakultur ini juga selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 14: Life Below Water karena mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya pengelolaan lingkungan budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam mendukung keberlanjutan sektor perikanan di masa depan.

Dengan terselenggaranya praktikum ini, FPK UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen dalam menghasilkan lulusan berkualitas, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis : FBM

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5