Close
Pendaftaran
FPK UNAIR

Mikroalga Potensial sebagai Bahan Baku Biodiesel

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mikroalga Potensial sebagai Bahan Baku Biodiesel

Chlorella vulgaris (Sumber: pinterest.com)

Ketergantungan bahan bakar minyak bumi di semua sektor khususnya transportasi menjadi kekhawatiran, karena hal tersebut menjadikan bahan bakar minyak bumi menjadi langka. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan tersebut adalah dengan mengembangkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan seperti biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar minyak yang berasal dari lemak nabati maupun hewani yang sifatnya menyerupai minyak diesel. Biodiesel terdiri dari monoalkil ester yang terbakar dengan bersih. Keunggulan dari biodiesel yaitu bersifat terbarukan, dapat mengurangi emisi kendaraan, bersifat melumasi, dan juga meningkatkan kinerja mesin. Pembuatan biodiesel dilakukan dengan cara transesterifikasi maupun esterifikasi minyak nabati dengan katalis basa maupun katalis asam sehingga dihasilkan minyak ester (Widyastuti dan Dewi, 2015).

Kebutuhan biodiesel yang meningkat akan meningkatkan pula bahan baku yang digunakan. Untuk bahan baku biodiesel sebaiknya mudah dicari dan mudah untuk dikembangkan, dengan melihat potensi salah satu kelimpahan sumber daya alam di Indonesia yaitu mikroalga, yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku biodiesel karena kemampuan fotosintesisnya efisien untuk menghasilkan biomassa dalam jumlah banyak dan laju pertumbuhannya cepat dibandingkan dengan tumbuhan lain (Gultom, 2018).

Chlorella vulgaris merupakan mikroalga yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku biodiesel karena memiliki kandungan fatty acids sejumlah 14-22% (Widyastuti dan Dewi, 2015). Asam lemak inilah yang akan diekstrak menjadi biodiesel (Sumantri dkk, 2014). Optimasi pertumbuhan Chlorella vulgaris telah banyak dilakukan untuk dapat menghasilkan biomassa dalam jumlah tinggi. Produksi Chlorella vulgaris dalam skala besar dapat dilakukan dengan cahaya matahari sebagai sumber pencahayaan. Cahaya matahari dapat diperoleh secara bebas dan dapat menekan biaya produksi (Novianti dkk, 2017).

Biodiesel dari Chlorella vulgaris dapat dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi dengan methanol yang dikatalis dengan KOH. Untuk mengetahui asam lemak yang dihasilkan dari proses tersebut dapat dilakukan dengan melakukan uji GC-MS. Hasil uji GC-MS dari hasil transesterifikasi minyak mikroalga dengan methanol yang dikatalis dengan KOH yaitu diperoleh yaitu diperoleh yield biodiesel sebesar 59,85% dengan dua kandungan tertinggi yaitu Octadecanoic acid, 2-(2- hydroxyethoxy)ethyl ester sebesar 38,39% yang merupakan Fatty Acid Ethyl Ester (FAEE) dan senyawa 1-Benzoxirene, 5a-[3-oxo-1-butenyl] perhydro-2-hydroxy-1a,5,5-trimethyl-Acetate sebesar 15,4% yang merupakan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Hasil uji densitas yang dilakukan juga memenuhi syarat SNI yaitu 0,88 g/ (Widyastuti dan Dewi, 2015).

Hasil tersebut dapat membuktikan bahwa Chlorella vulgaris memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel sehingga dapat menghasilkan bakan bakar minyak yang ramah lingkungan. Pemerintah diharapkan turut serta baik dalam kebijakan maupun penyediaan sarana dan prasarana mengingat potensinya yang sangat besar.

 

Referensi :

Gultom, S.O. 2018. Mikroalga: Sumber Energi Terbarukan Masa Depan. Jurnal Kelautan, 11(1): 95-103.

Novianti, T., Zainuri, M., dan Widowati, I. 2017. Studi Tentang Pertumbuhan Mikroalga Chlorella vulgaris yang Dikultivasi berdasarkan Sumber Cahaya yang Berbeda. Jurnal Mangifera Edu, 1(2): 1-8.

Sumantri, I., Hadiyanto, H., dan Sumarno, S. 2014. Produksi Biomassa Mikroalga dengan Nitrifikasi Limbah Beramoniak Tinggi. Jurnal Momentum UNWAHAS, 10(2): 1-6.

Widyastuti, C.R dan Dewi, A.C. 2015. Sintesis Biodiesel dari Minyak Mikroalga Chlorella vulgaris dengan Transesterifikasi Menggunakan Katalis KOH. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 4(1): 29-33.

 

Penulis : Putri Arisandi (Akuakultur, 2019)

Editor : Antrika Yuniarti (Akuakultur, 2018)

Loading

5/5

FPK NEWS

BAGIKAN