Surabaya, 28 Februari 2026 — Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa UUD Kemahasiswaan (MUSMA) sebagai forum tertinggi mahasiswa dalam merumuskan arah kebijakan organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas. Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, agenda utama yang menjadi fokus pembahasan adalah amandemen UUD Kemahasiswaan, yaitu proses penyempurnaan aturan dasar organisasi mahasiswa agar tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan mahasiswa dan dinamika organisasi modern.
Kegiatan MUSMA menjadi ruang demokrasi akademik yang mempertemukan perwakilan organisasi mahasiswa, pengurus aktif, serta delegasi mahasiswa untuk berdiskusi secara terbuka dan partisipatif. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengambilan keputusan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan, komunikasi organisasi, dan tata kelola kelembagaan berbasis musyawarah.
Forum Demokratis untuk Penyempurnaan Regulasi Mahasiswa
MUSMA FPK UNAIR 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Kegiatan berlangsung melalui rangkaian agenda yang sistematis, mulai dari pembukaan, pemaparan urgensi amandemen, diskusi komisi, pembahasan pasal per pasal, hingga sidang pleno pengesahan hasil musyawarah.
Amandemen UUD Kemahasiswaan bukan berarti menyusun aturan baru dari awal, melainkan memperbaiki pasal-pasal yang telah ada agar lebih adaptif terhadap kondisi terkini. Perubahan dilakukan melalui beberapa bentuk, seperti penambahan pasal baru yang diperlukan, penghapusan ketentuan yang tidak lagi relevan, serta penyempurnaan redaksi aturan agar lebih jelas dan mudah dipahami oleh seluruh mahasiswa.
Melalui mekanisme diskusi terbuka dan argumentasi akademik, setiap peserta memiliki kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan. Proses ini mencerminkan praktik demokrasi kampus yang sehat sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan yang dihasilkan.
Partisipasi Mahasiswa dalam Penguatan Tata Kelola Organisasi
Kegiatan MUSMA diikuti oleh perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan FPK UNAIR dengan jumlah peserta puluhan mahasiswa yang berperan sebagai peserta sidang maupun peninjau. Tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya regulasi organisasi yang transparan dan akuntabel.
Tujuan utama penyelenggaraan MUSMA 2026 adalah menyempurnakan sistem regulasi organisasi mahasiswa, meningkatkan efektivitas tata kelola kelembagaan, serta memperkuat budaya demokrasi dan transparansi di lingkungan kampus. Dengan adanya pedoman baru hasil amandemen, organisasi mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program kerja secara lebih terarah dan profesional.
Selain menghasilkan keputusan strategis, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, antara lain peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi argumentatif, kepemimpinan kolektif, serta pemahaman mengenai mekanisme pengambilan keputusan organisasi.
Mendukung Nilai Keberlanjutan dan Kolaborasi Global
Pelaksanaan MUSMA FPK UNAIR 2026 juga sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang diusung universitas. Penguatan tata kelola organisasi mahasiswa mendukung SDGs 17 (Partnerships for The Goals) melalui kolaborasi antarorganisasi mahasiswa dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang inklusif.
Sebagai fakultas yang berfokus pada bidang perikanan dan kelautan, organisasi mahasiswa FPK UNAIR memiliki peran strategis dalam mendukung SDGs 14 (Life Below Water) melalui kegiatan edukasi lingkungan, riset mahasiswa, serta pengabdian masyarakat berbasis kelautan. Selain itu, penguatan kapasitas organisasi mahasiswa juga berkontribusi pada SDGs 2 (Zero Hunger) dan SDGs 1 (No Poverty) melalui inovasi dan program pemberdayaan masyarakat pesisir yang berorientasi pada ketahanan pangan.
Kesepakatan amandemen UUD Kemahasiswaan yang dihasilkan dalam MUSMA 2026 menjadi langkah awal menuju sistem organisasi mahasiswa yang lebih adaptif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan regulasi yang diperbarui, mahasiswa FPK UNAIR diharapkan mampu memperkuat sinergi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dan sosial bagi masyarakat luas.
Salah satu peserta MUSMA menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses demokrasi organisasi secara langsung. “Melalui MUSMA, kami belajar bahwa setiap aturan organisasi lahir dari proses diskusi panjang dan keterlibatan banyak pihak. Hal ini membuat kami lebih memahami pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.
Ke depan, implementasi hasil amandemen diharapkan mampu memperkuat budaya organisasi yang profesional serta mendukung peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.




