Surabaya – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) berlanjut melalui Natamandara 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100–150 mahasiswa baru Program Studi Akuakultur tersebut menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, keilmuan, fasilitas, hingga prospek karier di bidang akuakultur.
Mengenal Program Studi dan Prospek Akuakultur
Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan FPK UNAIR tersebut, mahasiswa baru mendapatkan materi pengenalan Program Studi Akuakultur yang disampaikan oleh Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc., selaku dosen FPK UNAIR. Materi mencakup ruang lingkup keilmuan akuakultur, prospek lulusan, peluang pengembangan diri, fasilitas pembelajaran, serta perkembangan teknologi akuakultur.
Dita menjelaskan bahwa lulusan Akuakultur memiliki prospek karier yang luas, tidak terbatas pada kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup sektor pemerintahan, industri, konsultan, pendidikan, hingga penelitian.
“Prospek Akuakultur ke depannya sangat luas. Tidak hanya berkaitan dengan kegiatan budidaya, tetapi juga membuka peluang di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, industri, konsultan, hingga pendidikan dan penelitian. Karena itu, mahasiswa perlu mulai melihat bahwa ilmu yang dipelajari di Akuakultur dapat dikembangkan ke banyak arah sesuai dengan minat dan kompetensinya,” jelas Dita.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pembelajaran, seperti kolam ikan pendidikan, laboratorium mikrobiologi dan analisis penyakit ikan, laboratorium bioteknologi, laboratorium anatomi dan budidaya, serta laboratorium kimia analisis. Selain itu, diperkenalkan pula penerapan teknologi seperti Recirculating Aquaculture System (RAS), bioflok, dan akuaponik.
Membuka Ruang Pengembangan Kompetensi
Pengenalan Program Studi Akuakultur juga mencakup berbagai kesempatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani perkuliahan, seperti perlombaan, magang, beasiswa, dan praktikum lapang. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman serta mengembangkan kompetensi akademik maupun nonakademik.
Kegiatan Natamandara 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, khususnya dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Melalui pengenalan lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, peluang pengembangan diri, serta prospek keilmuan dan karier, mahasiswa baru memperoleh bekal awal untuk menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi secara lebih terarah.
Melalui rangkaian Natamandara 2026, mahasiswa baru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai Program Studi Akuakultur sekaligus mampu mengenali berbagai peluang untuk berkembang selama menjadi bagian dari sivitas akademika FPK UNAIR.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA





