Surabaya – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali melanjutkan rangkaian JALADHI 2026 melalui agenda One Day As Who You Are pada Kamis (6/8). Bertempat di lingkungan FPK UNAIR, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar berbasis praktik bagi mahasiswa baru agar dapat mengenal kehidupan akademik, laboratorium, hingga budaya kemahasiswaan secara langsung sebelum memasuki masa perkuliahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, serta pengenalan panitia sebagai langkah awal membangun kedekatan dengan mahasiswa baru. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang menyerupai pengalaman nyata sebagai mahasiswa FPK UNAIR.
Mengenal Dunia Akademik Melalui Pengalaman Langsung
Mahasiswa baru mengikuti mini praktikum dasar-dasar akuakultur bersama Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA). Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar budidaya perairan sekaligus memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran yang akan mereka temui selama kuliah.
Pengalaman tersebut dilanjutkan melalui mini praktikum pengenalan bahan baku yang dipandu Fisheries Processing Club (FPC). Peserta mengenal berbagai komoditas hasil perikanan beserta potensi pengolahannya sebagai bagian dari bidang keilmuan di FPK UNAIR.
Suasana semakin interaktif melalui fun games bertema perikanan dan kelautan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah. Mahasiswa baru juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Mosi Kelautan sebagai wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta berdiskusi mengenai berbagai isu strategis di sektor perikanan dan kelautan.
Sebagai bekal menghadapi kegiatan akademik, peserta kemudian diajak mengunjungi Laboratorium Anatomi dan Budidaya serta Laboratorium Mikrobiologi. Didampingi laboran dan asisten praktikum, mereka diperkenalkan pada berbagai fasilitas pembelajaran sekaligus memperoleh gambaran mengenai aktivitas praktikum yang akan dijalani selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR.
Hammerhead Shark Resmi Menjadi Identitas Angkatan 2026
Kegiatan berlanjut dengan orasi serta pemilihan koordinator tingkat (komting) sebagai langkah awal menumbuhkan jiwa kepemimpinan di kalangan mahasiswa baru. Proses pemilihan dilakukan melalui uji panelis yang melibatkan Presiden BEM FPK UNAIR, koordinator tingkat angkatan termuda, serta seluruh mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Berdasarkan hasil penilaian dan kesepakatan bersama, Muhammad Samir Addegel terpilih sebagai koordinator tingkat (komting) Angkatan 2026. Diharapkan, komting terpilih mampu menjadi penghubung yang komunikatif, bertanggung jawab, serta mampu mengoordinasikan mahasiswa baru selama menjalani proses perkuliahan di FPK UNAIR.
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan nama angkatan mahasiswa baru FPK UNAIR Tahun 2026. Melalui hasil voting yang melibatkan seluruh peserta, Hammerhead Shark resmi ditetapkan sebagai nama angkatan 2026. Identitas tersebut diharapkan mampu merepresentasikan semangat ketangguhan, solidaritas, serta kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut yang akan terus dibawa sepanjang perjalanan sebagai mahasiswa FPK UNAIR.
Salah satu mahasiswa baru Program Studi Akuakultur, Fika, mengaku kegiatan tersebut memberinya gambaran nyata mengenai kehidupan perkuliahan di FPK UNAIR.
“Saya jadi lebih paham bagaimana kehidupan sebagai mahasiswa FPK UNAIR. Kegiatan ini membuat saya semakin semangat untuk belajar, berkembang, dan menjalani perkuliahan bersama teman-teman angkatan,” ujarnya.
Melalui One Day As Who You Are, JALADHI 2026 tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mengenal identitas angkatan, serta menumbuhkan kesiapan dalam memulai perjalanan sebagai bagian dari sivitas akademika FPK UNAIR.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang memperkuat kompetensi mahasiswa sejak awal masa studi. Selain itu, kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, laboratorium, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA






