Bojonegoro (21/7) – Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagai Investasi untuk Masa Depan” sebagai upaya memperkuat edukasi lingkungan berkelanjutan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menghadirkan Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T., dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, sebagai narasumber.
Kuliah tamu yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, di aula Fakultas Sains dan Teknologi UNIGORO ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Ilmu Lingkungan. Dalam pemaparannya, Dr. Sapto menjelaskan peran strategis ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, khususnya dalam mendukung SDGs 14: Life Below Water melalui perlindungan habitat biota laut dan perairan pesisir.
“Mangrove bukan sekadar pepohonan di tepi laut, tetapi merupakan benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, tsunami, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon yang sangat tinggi, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim,” jelas Dr. Sapto. Pernyataan ini menegaskan kontribusi mangrove terhadap SDGs 13: Climate Action, terutama dalam upaya pengurangan emisi karbon dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Lebih lanjut, Dr. Sapto menekankan bahwa pelestarian dan rehabilitasi mangrove juga memiliki nilai sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan investasi berkelanjutan, ekosistem mangrove dapat dikembangkan sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir melalui ekowisata, perikanan berbasis ekosistem, hingga potensi bioenergi yang ramah lingkungan.
(Berfoto bersama Dosen Ilmu Lingkunga, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Bojonegoro)
Kuliah tamu ini mendapat respons positif dari mahasiswa yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, membahas tantangan restorasi mangrove, peluang riset ekologi pesisir, serta peran generasi muda dalam menghadapi krisis iklim dan degradasi lingkungan. Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan UNIGORO menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan jejaring akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis isu global.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep keberlanjutan secara teoritis, tetapi juga terdorong untuk terlibat langsung dalam upaya perlindungan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang rentan,” ujarnya.
Melalui kuliah tamu ini, UNIGORO menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian SDGs 13, 14, dan 17 dengan memperkuat kolaborasi akademik, meningkatkan literasi lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.




