Surabaya, 15 Mei 2025 – Mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan implementasi mata kuliah Aquascape yang dikemas dalam bentuk pameran karya sekaligus pendampingan berbasis kewirausahaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan mahasiswa, tetapi juga diarahkan sebagai model pengembangan usaha kreatif yang dapat diterapkan oleh komunitas lokal, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1: Tanpa Kemiskinan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 13.00 WIB ini dilaksanakan di area terbuka kampus, tepatnya di sekitar kolam depan fakultas. Mahasiswa semester 6 menampilkan berbagai desain aquascape dengan konsep yang beragam, mulai dari Iwagumi-style yang minimalis hingga jungle-style yang kompleks dan bernilai estetika tinggi. Setiap aquascape dirancang dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem akuatik, keberlanjutan, serta potensi nilai jual.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori ekologi perairan dan manajemen akuarium, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa aquascape merupakan produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha masyarakat. Dengan desain yang tepat, aquascape dapat meningkatkan nilai jual akuarium secara signifikan, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi komunitas lokal, pelaku UMKM, dan penghobi ikan hias.
Penanggung jawab mata kuliah Aquascape, Muhajirin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk pola pikir mahasiswa agar mampu menghubungkan ilmu akuakultur dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Aquascape tidak hanya soal estetika, tetapi juga pemahaman ekologi dan ketelitian. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi produk bernilai jual tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang usaha,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dirancang sebagai media pembelajaran dan pendampingan, di mana mahasiswa diharapkan mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan aquascape kepada komunitas lokal. Pendampingan tersebut mencakup pemilihan tanaman dan ikan, perawatan akuarium, hingga strategi meningkatkan nilai estetika agar produk layak dipasarkan dengan harga kompetitif.
Antusiasme pengunjung dari berbagai program studi menunjukkan bahwa aquascape memiliki daya tarik luas, baik sebagai karya seni, media edukasi, maupun produk komersial. Melalui kegiatan ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengintegrasikan pendidikan, kreativitas, dan kewirausahaan berbasis sumber daya perairan, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam pengurangan kemiskinan melalui penciptaan peluang ekonomi baru, sesuai dengan semangat SDGs No. 1.



