Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Para Peneliti FPK UNAIR Presentasikan 55 Artikel Dalam Ajang International Fisheries Symposium 2017

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Para Peneliti FPK UNAIR Presentasikan 55 Artikel Dalam Ajang International Fisheries Symposium 2017

Bagikan

Berita FPK(11/11/17). International Fisheries Symposium tahun 2017 diselenggarakan di Hotel Kusuma Agrowisata Kota Batu. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya  menjadi tuan rumah pada acara tahunan dari ASEAN Fisheries Education Network( ASEAN FEN). Acara symposium  kali ini diikuti oleh seluruh anggota ASEAN FEN dan beberapa peneliti dari berbagai negara lain seperti Jepang, India, China, dan Beberapa negara Eropa. Sebagai Keynote Speaker yaitu Prof. Dr. Motoki Kubu(Japan), Prof. Diana Arfiati (Indonesia), Assoc. Prof. Dr. QI Zizhong (China), dan Proft. Patrick Sorgeelos (Belgium).

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yang merupakan salah satu anggota dari ASEAN FEN turut serta meramaikan dengan mengirimkan  peserta presenter Oral dan Poster. Sebanyak total 55 paper penelitian yang terdiri dari 40 artikel oral dan 15 artikel disajikan dalam bentuk poster. Tidak hanya tenaga pendidik yang ikut serta, pada kesempatan ini sebanyak 17 mahasiswa FPK UNAIR juga ikut  serta. Pada kesempatan ini Mahasiswa mendapat  pengalaman mempresentasikan hasil penelitian di ajang International. Selain kemampuan presentasi, mahasiswa FPK UNAIR dapat mengasah kepercayaan diri untuk melatih komunikasi bahasa Inggris dengan para peserta bahkan  mencari jejaring untuk melanjutkan kuliah di jenjang yang lebih tinggi. “IFS 2017 kali ini merupakan Symposium kedua yang saya ikuti. Namun yang menjadi spesial, pada kesempatan ini saya menjadi presenter Oral. Awalnya saya canggung sebelum tampil, namun adanya semangat dari teman membuat presentasi dapat disampaikan dengan lancar.  Dalam IFS tahun ini saya bisa reuni dengan teman saya dari UPM Malaysia dan saya bisa menambah teman dari universiatas lainnya” ujar Nindya salah satu  mahasiswa FPK UNAIR yang pernah mengikuti student exchange selama satu semester di Malaysia.

International Fisheries Symposium ditutup dengan cara Gala Dinner. Seperti acara IFS sebelumnya,saat Gala Dinner setiap perwakilan universitas ataupun negara menampilkan atraksi menarik sesuai dengan ciri khas negara seperti tari daerah ataupun lagu daerah. Acara multikultur ini merupakan acara dengan membawa misi memperkenalkan keunikan dan indahnya budaya negara ASEAN. Memeriahkan acara, FPK UNAIR menampilkan tarian khas yang biasa dibawakan oleh Paguyupan Cak dan Ning Surabaya. Untuk memberikan penampilan yang baik  para perwakilan dari FPK UNAIR telah berlatih dan mempersiapkan diri selama 3 minggu.”Tarian tradisional Cak Ning Surabaya menceritakan tokoh perwayangan seperti Gatot Kaca, Sawunggaling , Petruk diperankan oleh mahasiswa dan tokoh Srikandi dan bidadari diperankan oleh mahasiswi” ujar Al Fath mahasiswa FPK yang juga merupakan Cak Surabaya.Kerja keras perwakilan FPK UNAIR dalam latihan terbayar dengan perasan yang membanggakan ketika para peserta symposium memberikan tepuk tangan meriah atas penampilan yang menghebohkan.

 

 

Penulis  : Annur Ahadi Abdillah

Editor    : Dwi Yuli Pujiastuti

5/5