Penemuan Spesies Hiu Banteng (Carcharhinus leucas) di Sungai Pangkajene, Sulawesi Selatan

By humas FPK On Jumat, Oktober 15 th, 2021 · no Comments · In

Ketua kelompok riset “Environment and Aquatic Resources Management” Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.Si., berhasil menemukan spesies Hiu banteng Carcharhinus leucas di Sulawesi, Indonesia pada tahun 2020 berdasarkan publikasinya “First inland record of Bullshark Carcharhinus leucas (Müller & Henle, 1839) (Carcharhiniformes: Cacharhinidae) in Celebes, Indonesia”.

Hiu banteng Carcharhinus leucas (Müller & Henle, 1839) adalah salah satu jenis hiu euryhaline dan merupakan spesies umum yang hidup di lingkungan sungai laut dan pesisir dan tersebar luas di sepanjang pantai kontinental dari semua laut tropis dan subtropis serta sungai, danau, dan muara. Carcharhinus leucas ditetapkan sebagai hewan Hampir Terancam oleh Daftar Merah IUCN karena habitatnya dipengaruhi oleh perubahan iklim antropogenik. Spesies ini telah tercatat di beberapa negara seperti Amerika Selatan, Afrika Selatan, Amerika Tengah, Irak, Asia Barat Asia Selatan; Asia Tenggara dan beberapa sungai Sungai Amazon, Sungai Mississippi, Sungai Zambezi, Sungai Tigris dan Sungai Gangga.

Meskipun pengetahuan tentang C. leucas dan penyebarannya telah meningkat selama beberapa dekade ini, namun batas dan jangkauannya di beberapa daerah tidak jelas, terutama di perairan pedalaman. Penemuan Hiu Banteng C. leucas oleh Dr. Veryl Hasan di Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan menjadi rekor penemuan pertama dari Sulawesi, dan mendapat rekor keempat di luar rekor sebelumnya di Indonesia (Papua, Kalimantan, dan Sumatera).

Spesimen tunggal yang dikumpulkan dari Sungai Pangkajene, Sulawesi Selatan memiliki ciri-ciri famili Carcharhinidae: moncong pendek dan lebar; mulut besar, memanjang, dan melengkung; mata kecil di sisi kepala; dua sirip punggung: sirip punggung pertama berukuran cukup besar, jauh lebih pendek dari sirip ekor, dan pangkalnya terletak di atas celah antara pangkal sirip dada dan perut; sirip dada lebar, dengan ujung runcing sempit. Hiu ini diidentifikasi sebagai C. leucas remaja dengan sirip punggung pertama berbentuk segitiga, miring ke belakang, berasal dari atas atau sedikit di belakang insersi dada, moncong jauh lebih pendek dari lebar mulut dan bulat tumpul.

Tampak samping C.leucas yang tertangkap di Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Catatan baru C. leucas dapat membantu meningkatkan pengetahuan tentang spesies ini karena memperluas jangkauan distribusi spesies di Sulawesi dan menunjukkan bahwa habitat pedalaman merupakan jalur migrasi spesies ini di kawasan Wallace. Kedepannya Dr. Veryl Hasan akan terus melakukan penelitian mengenai pengelolaan lingkungan dan sumber daya perairan. Bagi Anda yang tertarik dalam penelitian ini kami secara terbuka berharap keikutsertaan Anda. Silahkan menghubungi Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.Si.

 

 

Penulis : Megana Duanassurya

Editor : Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.Si.

Email : veryl.hasan@fpk.unair.ac.id

 158 total views,  2 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *