Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) yang dianggarkan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan dilaksanakan oleh Dosen sebagai bagia dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen tidak hanya berperan sebagai Pendidik dan Peneliti, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konkret pada masyarakat. FPK menganggarkan dua kegiatan pengmas skala Nasional yaitu di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Gorontalo. Pengmas Nasional di Kabupaten Kutai Barat dilaksanakan tanggal 31 Juli – 2 Agustus oleh Tim Pengmas dari Departemen Manajemen Kesehatan IKan dan Budidaya Perairan (MKI-BP) FPK UNAIR. Tim Pengmas terdiri dari para pakar bidang Akuakultur yaitu Dr. Woro Hastuti (Ketua Tim), Dr. Gunanti Mahasri, Dr Taufik Mukti dan dosen muda FPK, Wahyu Isroni.
Pelatihan Pemijahan dan Pembenihan Ikan Air Tawar bagi Kelompok Pembudidaya di Kecamatan Sedawar, Kutai Barat menjadi tema Pengmas Nasional FPK. Hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut 50 orang pembudidaya dari berbagai daerah di wilayah Kutai Barat. Dalam kesempatan itu, Dr. Taufik Mukti menyampaikan materi “Aplikasi Teknologi Pembenihan Untuk Mendukung Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB)”. Materi kedua diisi oleh Dr. Gunanti Mahasri yang membahas aspek “Kualitas Air dan Penyakit”.
Mayoritas penduduk di Kutai barat memiliki mata pencarian sebagai pembudidaya ikan air tawar seperti ikan jelawat, ikan patin, ikan nila, ikan lele dan ikan mas sebagai komoditas utama. Secara umum, keluhan para pembudidaya adalah masalah ketersediaan benih yang masih harus mengambil dari Pulau Jawa. Salah satu alternatif pemecahan masalah adalah melalui pendekatan teknologi untuk pembenihan. Pendekatan teknologi yang dipilih untuk pelatihan pembenihan adalah dengan menggunakan metode suntik indukan menggunakan hormon ovaprim.
Penulis
Wahyu Isroni
Departemen MKI-BP
Email: wahyu.isroni@fpk.unair.ac.id



