Tolosa, Leyte — Upaya penguatan kolaborasi internasional kembali ditunjukkan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) melalui kunjungan resmi ke Local Government Unit (LGU) Tolosa pada 30 April 2026. Dr. nat. techn. Muhamad Nur Ghoyatul Amin yang merupakan seorang peneliiti dan dosen dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia bersama jajaran dosen DFish yang dipimpin oleh Dr. Rizalyn P. Gonzales.
Rombongan disambut hangat oleh pemerintah daerah yang dipimpin oleh Hon. Erwin C. Ocaña, serta diwakili oleh MPDC/Executive Assistant EnP Desiree V. Ibañez dan OIC-Municipal Agriculturist Ms. Beverly Robedillo. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna mengembangkan riset berbasis kebutuhan lokal, khususnya pada sektor perikanan dan pengolahan hasil laut yang berkelanjutan.
Dalam agenda courtesy call tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara konkret, mulai dari riset terapan hingga program pemberdayaan masyarakat. Diskusi yang berlangsung menekankan pentignya integrasi yang dihasilkan tidak hanya dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu fokus utama yang diangkat adalah pengembangan produk berbasis sumber daya lokal, termasuk upaya revitalisasi produksi vege-fish noodle yang sebelumnya telah berkembang di salah satu barangay / neighborhood di wilayah Tolosa. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas melalui kolaborasi akademik lintas negara (SDG 4), serta memperkuat kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah (SDG 17).
Pihak LGU Tolosa memaparkan bahwa produk mie berbasis sayur dan ikan tersebut memiliki potensi besar sebagai produk pangan inovatif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung diversifikasi pangan sehat. Hal ini selaras dengan komitmen global dalam menjaga kehidupan bawah laut (SDG 14). Namun demikian, diperlukan penguatan dari sisi teknologi produksi, pemasaran, serta keberlanjutan usaha agar produk tersebut dapat kembali bersaing di pasar. Dalam konteks ini, peran akademisi menjadi sangat penting dalam memberikan dukungan berbasis riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas produk serta efisiensi proses produksi. sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 8) serta pengembangan industri inovatif (SDG 9).
Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan sektor perikanan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Melalui sinergi antara FPK UNAIR dan LGU Tolosa, diharapkan dapat tercipta model kerja sama yang mampu mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Hal ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan lokal yang kontekstual.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pengembangan inovasi berbasis potensi lokal serta mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Pihak tim menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari LGU Tolosa dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan riset.
Penulis : Muhamad Nur Ghoyatul Amin
Penyunting : FBM




