Banyuwangi, 23 Mei 2025 — Dalam semangat memperluas jejaring kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat, Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., MT., melakukan kunjungan kerja ke kantor Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Jumat (23/5). Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan potensi kerja sama antara perguruan tinggi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Dr. Sapto, yang juga merupakan dosen serta penggerak kegiatan konservasi di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, hadir dengan tujuan utama untuk memahami lebih dalam mekanisme dan prosedur pengajuan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang dapat bersinergi dengan program-program konservasi di wilayah kerja BBKSDA Jatim.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif tersebut, pihak Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi menyambut baik inisiatif dari akademisi untuk menjalin sinergi dengan instansi pemerintah, khususnya dalam pengelolaan kawasan konservasi serta pelestarian keanekaragaman hayati. Dr. Sapto menuturkan, kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat aktif dalam kegiatan konservasi di lapangan, sembari memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan pesisir dan daratan Banyuwangi yang dikenal kaya akan keanekaragaman flora dan fauna.
“Harapan kami, dari kunjungan ini dapat terjalin kolaborasi yang konkret. Tidak hanya riset akademik, tapi juga kegiatan edukatif bagi masyarakat dan pelajar, hingga program pelatihan berkelanjutan yang mendukung konservasi berbasis ilmiah dan sosial,” ujar Dr. Sapto.
Rencana kolaborasi ini juga sejalan dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana hasil pendidikan dan penelitian diharapkan mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat luas, serta mendukung upaya pelestarian sumber daya alam melalui pendekatan interdisipliner.
Langkah awal ini menjadi sinyal positif bagi kemitraan jangka panjang antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup. Baik BBKSDA Jawa Timur maupun Universitas Airlangga optimis bahwa penjajakan ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama, demi keberlanjutan program konservasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan dan kehutanan.





