Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

PENYULUHAN KOPI MANGROVE DALAM RANGKA GERAKAN REVITALISASI MANGROVE ROMOKALISARI KOTA SURABAYA OLEH MAHASISWA FPK UNAIR

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

PENYULUHAN KOPI MANGROVE DALAM RANGKA GERAKAN REVITALISASI MANGROVE ROMOKALISARI KOTA SURABAYA OLEH MAHASISWA FPK UNAIR

Bagikan

 

Berita FPK.

Sehubungan dengan adanya mata kuliah Manajemen Pesisir dan Laut di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya berbasis PBL (Project Based Learning). Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut diwajibkan mengangkat permasalahan masyarakat pesisir sebagai topik PBL (Project Based Learning). Permasalahan yang diangkat kelompok kami ialah terkait revitalisasi bidang ekonomi daerah mangrove yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya sebagai lokasi ekowisata. Penyuluhan kopi mangrove merupakan aspek yang ditekankan kepada para pengunjung, masyarakat dan UMKM di Mangrove Romokalisari Kota Surabaya.

“Kami melakukan survey sebagai kunjungan pertama kami, disana kami mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari pihak pengelola Romokalisari Adventure dan juga setuju terhadap project yang akan kami lakukan”, jelas ketua kelompok 11. “Kami melakukan penyuluhan terkait kopi yang diproduksi dari buah mangrove agar dapat dijadikan inovasi oleh UMKM daerah pesisir romokalisari sebagai upaya revitalisasi”, tambahnya.

Pada hari Senin, tanggal 29 Mei 2023 di Romokalisari Adventure Surabaya telah melakukan Kegiatan Penyuluhan Kopi Mangrove dalam Rangka Gerakan Revitalisasi Mangrove Romokalisari Kota Surabaya. Penyuluhan dilakukan secara face to face terhadap responden sekitar kurang lebih 25 orang dan menyebar brosur pembuatan kopi mangrove. Responden akan mengerjakan soal sebelum penyuluhan (pretest) dan juga setelah penyuluhan (post test) untuk perbandingan apakah penyampaian dari mahasiswa dapat diterima dan juga dipahami terkait pembuatan kopi dengan bahan dasar buah mangrove. Setelah penyuluhan juga terdapat beberapa soal sebagai output yang diterima terkait pro dan kontra dengan ide inovasi yang kami berikan. Output dari penyuluhan, masyarakat, pengunjung dan UMKM sangat

antusias dengan penyuluhan ini dibuktikan dengan isian formular post test yang menyimpulkan bahwa kopi mangrove menjadi salah satu komoditas mangrove yang dapat dikembangkan di daerah tersebut.

Buah mangrove yang diolah sebagai bahan dasar pembuatan kopi dari jenis avicennia merupakan salah satu jenis mangrove yang tumbuh didaerah pesisir Romokalisari ini. Penyebutan kopi dikarenakan bahan dasarnya berasal dari biji buah mangrove dan proses pengolahannya yang hampir sama dengan pembuatan kopi.Selain itu, terdapat perbedaan antara kopi mangrove dengan kopi lainnya yaitu tidak ada kandungan kafein. Hal ini sangat berbeda dengan kopi pada umumnya. Manfaat kopi mangrove dapat mengobati diare, mengurangi rasa pegal linu, menghangatkan tubuh, serta penambah stamina.

Harapannya usaha kopi mangrove ini mempunyai prospek bagi keberlanjutan bidang perikanan dan kelautan, namun di Surabaya produk kopi mangrove belum begitu diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Salah satu contoh produk kopi mangrove yaitu di Kota Probolinggo tepatnya Kecamatan Kademangan, dimana buah mangrove yang dijadikan sebagai kopi yaitu Avicennia. Kopi mangrove ini kaya akan cita rasa karena ditambahkan berbagai jenis rempah rempah seperti daun salam, jahe merah, kapulaga dan kayu manis.

 

5/5