Close
Pendaftaran
FPK UNAIR

Potensi Antibakteri dari Bulu Babi (Echinoidae)

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Potensi Antibakteri dari Bulu Babi (Echinoidae)

Bagikan

 

Bulu babi merupakan hewan laut yang hidup secara nokturnal. Bulu babi memiliki bentuk tubuh yang khas yaitu seluruh permukaan tubuhnya ditutupi duri, mulutnya terletak di bagian bawah dan anusnya menghadap ke atas. Hewan ini memiliki cangkang yang keras, 95% bagian tubuh bulu babi didominasi oleh duri dan sedikit beracun.  Duri ini digunakan untuk bergerak, melindungi diri, serta mencapit makanan, dan untuk jenis-jenis tertentu mengandung racun. Di Indonesia bulu babi dikonsumsi dalam keadaan segar (mentah) atau dalam keadaan dimasak. Bulu babi memiliki kandungan nilai gizi yang tinggi seperti protein, lipid dan glikogen, selain itu bulu babi mengandung kalsium, fos-for, vitamin A, B, B2, B12, asam nikotinik, asam pantotenik, asam folik dan karotin. 

Metabolit yang dihasilkan oleh bulu babi dapat dimanfaatkan dalam bidang pengobatan yaitu sebagai antibiotik tipe baru karena mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antibakteri alami. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, bulu babi menghasilkan metabolit yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pengobatan yang berpotensi sebagai antibiotik karena mengandung senyawa bioaktif. Bulu babi mengandung senyawa aktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, bulu babi berpotensi sebagai antimikroba alami.

 

Penulis : Nathalie Christie Puan Rachnyputri

Loading

5/5