Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Praktikum Lapang Akuakultur FPK UNAIR di Malang Selatan: Penguatan Pembelajaran Berbasis Lapangan Integrasikan Pembelajaran Konservasi, Bioprospeksi, dan Pemetaan Kelautan

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) terus berkomitmen dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan praktikum lapang yang diikuti oleh 28 mahasiswa Program Studi Akuakultur semester 6 peminatan Ilmu dan Teknologi Kelautan pada tanggal 27 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Malang Selatan, tepatnya di Pantai Clungup dan Pantai Gatra, sebagai implementasi dari mata kuliah Konservasi Sumber Daya Laut, Bioprospeksi Kelautan, serta Survei dan Pemetaan Kelautan.

Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari strategi pembelajaran integratif yang menggabungkan teori di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem pesisir dan laut.

Secara keseluruhan, kegiatan ini meliputi pengamatan kondisi lingkungan pesisir, pengenalan potensi sumber daya kelautan, serta praktik dasar pengambilan data lapangan. Kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dengan pendampingan dosen pengampu untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

Peserta kegiatan terdiri dari 28 mahasiswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Interaksi langsung dengan lingkungan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sehingga mahasiswa mampu memahami kompleksitas ekosistem laut secara lebih mendalam.

Tujuan utama dari praktikum ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kelautan, khususnya dalam aspek konservasi, eksplorasi sumber daya, serta pemetaan wilayah pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan laut.

Manfaat yang diperoleh mahasiswa tidak hanya berupa peningkatan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis serta penguatan soft skills seperti kerja sama tim dan kemampuan analisis lapangan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis praktik serta SDG 14 (Life Below Water) melalui peningkatan kesadaran konservasi laut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik yang komprehensif, tetapi juga mulai memahami kompleksitas pengelolaan ekosistem pesisir secara nyata. Interaksi langsung dengan lingkungan menjadi fondasi awal dalam membentuk pola pikir ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Namun demikian, pemahaman mengenai konservasi tidak dapat dilepaskan dari praktik nyata di lapangan serta peran para pemangku kepentingan yang terlibat. Oleh karena itu, pada bagian selanjutnya akan dibahas lebih mendalam mengenai bagaimana mahasiswa berinteraksi langsung dengan praktisi konservasi dalam memahami pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Penulis : FBM

Penyunting : TPA

 

Rated 5 out of 5