Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Prof. Yu-Hung Lin di FPK UNAIR: Nutrisi Molekuler dan Sustainable Aquafeeds Jadi Kunci Masa Depan Perikanan Dunia

Bagikan

Surabaya – Upaya mewujudkan akuakultur berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola sumber daya secara bijak melalui inovasi ilmu pengetahuan. Pesan tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan guest lecture yang disampaikan oleh Prof. Dr. Yu-Hung Lin dari National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan, di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (4/6/2026).

Kuliah tamu yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik delegasi NPUST tersebut mengangkat tema “What Fish Eat, What We Eat: Molecular Nutrition and the Future of Sustainable Aquafeeds.” Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika FPK UNAIR yang antusias mempelajari perkembangan terbaru dalam bidang nutrisi ikan dan teknologi pakan berkelanjutan.

Nutrisi Ikan, Lingkungan, dan Ketahanan Pangan Saling Berkaitan

Dalam pemaparannya, Prof. Lin menjelaskan bahwa masa depan sektor perikanan global ditentukan oleh kemampuan para peneliti dan praktisi dalam menjawab tiga isu utama yang saling berkaitan, yakni nutrisi ikan, kesehatan lingkungan, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, kebutuhan protein dunia yang terus meningkat akan menempatkan sektor akuakultur sebagai salah satu sumber pangan utama di masa depan. Namun, peningkatan produksi tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan tekanan berlebih terhadap lingkungan.

Melalui pendekatan molecular nutrition, para ilmuwan kini dapat memahami bagaimana nutrisi tertentu memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, metabolisme, hingga efisiensi pemanfaatan pakan oleh ikan. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam merancang formulasi pakan yang lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Prof. Lin menekankan bahwa keberhasilan industri akuakultur masa depan tidak lagi hanya diukur dari banyaknya hasil produksi, tetapi juga dari sejauh mana produksi tersebut dapat dicapai dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Inovasi Bahan Baku Pakan untuk Akuakultur Berkelanjutan

Salah satu topik yang mendapatkan perhatian besar dari peserta adalah pengembangan bahan baku alternatif untuk pakan ikan. Selama ini, industri akuakultur masih banyak bergantung pada bahan baku konvensional yang ketersediaannya semakin terbatas seiring meningkatnya permintaan global.

Melalui berbagai penelitian yang dilakukan di NPUST, Prof. Lin menunjukkan bagaimana inovasi pakan dapat dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya alternatif yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi biaya produksi, tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas budidaya.

Ia menjelaskan bahwa konsep sustainable aquafeeds menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan akuakultur modern. Dengan formulasi pakan yang tepat, produktivitas dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan perairan.

Bagi mahasiswa FPK UNAIR, materi ini memberikan wawasan baru mengenai peran ilmu nutrisi, bioteknologi, dan inovasi pakan dalam menjawab tantangan global sektor perikanan.

Inspirasi bagi Mahasiswa dan Peneliti Muda

Selain menyampaikan perkembangan riset terkini, Prof. Lin juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan keterampilan penelitian. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan perikanan dunia, mulai dari efisiensi produksi hingga keberlanjutan lingkungan.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi akuakultur modern. Berbagai pertanyaan mengenai riset nutrisi ikan, formulasi pakan, serta peluang kolaborasi akademik menjadi bagian dari sesi diskusi yang memperkaya wawasan peserta.

Kehadiran akademisi internasional seperti Prof. Lin menjadi salah satu bentuk komitmen FPK UNAIR dalam menghadirkan perspektif global ke dalam proses pembelajaran mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami perkembangan ilmu perikanan yang sedang berkembang di tingkat internasional.

Kegiatan guest lecture ini mendukung implementasi SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan inovasi akuakultur yang berkontribusi pada ketahanan pangan global. Selain itu, materi mengenai pakan berkelanjutan sejalan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Di sisi lain, pengembangan akuakultur yang memperhatikan dampak lingkungan turut mendukung SDG 14 (Life Below Water), sementara kolaborasi akademik antara FPK UNAIR dan NPUST mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Melalui kuliah tamu ini, FPK UNAIR kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan mutakhir dan jejaring internasional. Diharapkan, wawasan yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan di masa depan.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Baca kelanjutannya di Part 3: Delegasi NPUST Buka Peluang Beasiswa dan Studi Lanjut di Taiwan bagi Mahasiswa FPK UNAIR.

Rated 5 out of 5