PROFIL ALUMNI YANG BERPRESTASI DAN MEMBANGGAKAN

image
By nanang On Selasa, Mei 31 st, 2022 · no Comments · In

PROFIL ALUMNI YANG BERPRESTASI DAN MEMBANGGAKAN

 

AGUS WIJAYA,S.Pi

 

Profil Singkat

Nama                            = Agus Wijaya, S.Pi.

Riwayat Pendidikan    = S1 Budidaya Perairan Universitas Airlangga (2001-2006)

Riwayat Pekerjaan      = – Staff PT. Kelola Mina Laut (2006-2008)

          • Assistan Procurement PT. Kelola Mina Laut (2008 – 2013)
          • Procurement Manager PT. Kelola Mina Laut (2013)
          • Business Manager PT. Kelola Mina Internasional (2013 – 2020)
          • Deputy Director PT. Kelola Mina International (2020 – sekarang)

 

SUKSES DENGAN DOA ORANG TUA DAN GURU

Indonesia sebagai negara maritim memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar dan melimpah. Dengan melimpahnya sumberdaya perikanan di Indonesia, tentunya perlu adanya pengembangan sumberdaya manusia di bidang perikanan untuk memaksimalkan dan memanfaatkan potensi sumberdaya perikanan ini. Oleh karena itu, untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul di bidang perikanan, Universitas Airlangga pada tahun 2001 membuka jurusan budidaya perairan yang menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Perikanan dan Kelautan di Universitas Airlangga.

Agus Wijaya, S.Pi., yang merupakan mahasiswa angkatan pertama program studi budidaya perairan menuturkan bahwa sebelum berdirinya Fakultas Perikanan dan Kelautan, program studi budidaya perairan menuturkan bahwa sebelum berdirinya Fakultas Perikanan dan Kelautan, program studi budidaya perairan masih menumpang Fakultas Kedokteran Hewan. Mulai dari kelas kuliah, laboratorium, bahkan kegiatan praktikum di Laboratorium basah dilaksanakan di kampus B dikarenakan waktu itu Laboratorium basah masih berada di kampus B Unair.

“Saya masuk pada tahun 2001 dan waktu itu prodi kami numpang di Fakultas Kedokteran Hewan, dan benar-benar numpang dalam arti yang sebenarnya,” paparnya.

Agus menuturkan saat itu rekam seangkatannya hanya 33 orang, jumlah yang sangat sedikit dan lebih mirip kelas kursus dibandingkan kelas kuliah. Namun, di balik semua keterbatasan dalam perkuliahan saat itu, Agus memiliki teman-teman seangkatan yang luar biasa. Jumlah yang sedikit membuat Agus dan teman seangkatannya sangat dekat satu sama lain.

“Saya ingat karena minimnya literature tentang perikanan di Perpustakaan Unair, kami sering rombongan dengan teman sekelas pergi ke perpustkaan daerah, bahkan juga harus ke perpustakaan kampus-kampus swasta yang punya Fakultas Perikanan di skitaran Surabaya,” kenang Agus.

Selain rekan seangkatn yang sangat luar biasa, sambung Agus, Agus dibimbing oleh dosen-dosen yang luar biasa. Menjadi angkatan pertama, membuat Agus dan teman seangkatannya sangat dekat dengan dosen waktu itu, bahkan beberapa dosen yang mengajar mereka masih sangat muda. Selain menjadi pembimbing, bapak ibu dosen juga seolah menjadi teman atau kakak bagi Agus dan teman seangkatannya karena saat itu Agus tidak memiliki kakak tingkat.

“Tak lupa dosen lain yang lebih senior yang seolah menjadi orang tua bagi kami di kampus yang tidak lelah selalu memberi semangat meraih sukses pada kami, Semoga Allah senantiasa menjaga mereka semua dan menjadikan ilmu yang telah diajarkan pada kami sebagai amalan ibadah beliau beliau semua. Aamiin, jelasnya.”

Usai menyelesaikan studi sarjana budidaya perairan padat tahun 2006, ditahun yang sama dia juga diterima sebagai Staff di PT. Kelola Mina Laut. Satu hal yang Agus ingat ketika interview dengan CEO PT Kelola Mina Laut (Alm) Bpk. Mohammad Nadjikh, beliau bertanya “Kamu mau kerja di bagian apa?”, kemudian Agus menjawab bahwa ia ingin bekerja dimana  ia dapat melihat langit setiap harinya. Selain itu, sambung Agus, ia ingin ditempatkan dimana ia dapat bertemu dan mengenal banyak orang, dari situ Agus diarahkan beliau untuk menekuni bidang pengadaan bahan baku.

 

Harus Meninggalkan Rumah dan Keluarga Demi Menjalankan Tugas

Tugas Agus selama bekerja di PT. Kelola Mina Laut penuh dengan perjuangan, Tugas pertamanya yaitu sebagai staff unit bisnis Teri Nasi (Chirimen) di Sumenep, Madura. Tugas tersebut dia jalani pada tahun 2006 hingga 2008. Pada tahun 2008 hingga 2013, dia ditugaskan di unit bisnis ikan sebagai Assistant Procurement Manager. Pada periode tersebut dia belajar banyak hal mengenai seluk-beluk pengadaan bahan baku ikan khususnya.

“Tak jarang saya harus meninggalkan rumah dan keluarga demi menjalankan tugas mencari wilayah-wilayah baru guna pemenuhan sumber bahan baku PT Kelola Mina Laut, dari sabang sampai Merauke,” terangnya.

Pada tahun 2013 Agus kembali mendapat tugas baru, namun masih di lingkup pengadaan bahan baku. Ia menjabat sebagai Procurement Manager di Unit Bisnis Udang PT. Kelola Mina Laut. Pada awalnya PT. Kelola Mina Laut berfokus hanya pada bahan baku ikan saja, yang bekerjasama dengan nelayan. Namun seiring berjalannya waktu, PT. Kelola Mina Laut merambah ke bahan baku udang yang diproduksi oleh para petambak udang. Hanya 3 tahun di unit udang, PT Kelola Mina Laut memfokuskan kembali pengembangan wilayah bahan baku ikan di bawah bendera PT. Kelola Mina Internasional yang saat itu Agus menjabat sebagai Business Manager.

“Saya memulai pembukaan beberapa wilayah baru bahan baku bagi unit bisnis ikan PT Kelola Mina Internasioanl di Indonesia Timur yaitu diantaranya Jayapura, Manokwari, Sorong, Saumlaki, Dobo, Sumbawa, Maumere, Larantuka dan beberapa wilayah lainnya.” Ungkapnya.

Dan pada tahun 2020 hingga saat ini, Agus menjabat selaku Deputy Directory yang bertanggung jawab terhadap beberapa anak perusahaan PT. Kelola Minaa Internasional, diantaranya PT. Kelola Mina Internasional di Probolinggo, dan PT. Kelola Pangan Makmur yang bergerak di divisi trading hasil perikanan. Selain itu ia juga memegang beberapa perusahaan transportasi dan pengolahan perikanan seperti PT. Kelola Mina Makmur yang bergerak di bidang kapal perikanan dengan beberapa armada kapal yang terpusat di Timika, Papua, serta perusahaan pengolahan yang berfokus pada produksi Tuna kaleng di Ambon, Maluku yaitu PT. Maluku Prima Makmur.

Pencapaian Agus hingga saat ini dilalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, ia berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan serta generasi muda saat ini. Janganlah mudah berkata tidak jika kalian belum mencoba, selalu semangat hadapi hal-hal baru yang ada di hadapan kalian. Jangan jadikan keterbatasan sebagai penghalang, melainakn jadikan segala keterbatasan yang kita miliki sebagai cambuk kita untuk mengejar cita-cita. “Dan tak kalah penting doa restu orang tua dan guru-guru kita adalah hal yang paling utama dalam hal meraih sukses masa depan, “ tutupnya.

 

 

 

 120 total views,  4 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *