Surabaya – SALMON Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui Healthy Food and Nutrition Campaign yang diselenggarakan di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (31/7/2026). Mengusung tema Ultra-Processed Food (UPF), kegiatan ini mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, untuk lebih bijak dalam memilih pangan, memahami informasi pada label kemasan, serta menerapkan pola konsumsi yang sehat dan bergizi seimbang bagi keluarga.
Tingkatkan Literasi Gizi melalui Edukasi Ultra-Processed Food
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 anggota PKK beserta Ibu Kepala Desa Begaganlimo tersebut menghadirkan Dr. nat. techn. M. Nur Ghoyatul Amin, S.TP., M.P., M.Sc. sebagai narasumber. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya SALMON FPK UNAIR dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan pangan dan pentingnya pola makan sehat di lingkungan keluarga.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan dari Person in Charge (PIC) kegiatan, Kepala Bidang Kesehatan SALMON FPK UNAIR 2026, serta Ibu Kepala Desa Begaganlimo. Selanjutnya, moderator memperkenalkan narasumber yang menyampaikan materi mengenai pengertian Ultra-Processed Food (UPF), karakteristiknya, hingga berbagai contoh produk yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Dr. Nur Ghoyatul Amin menjelaskan bahwa makanan ultra-proses bukan merupakan jenis pangan yang harus dihindari sepenuhnya. Masyarakat tetap dapat mengonsumsinya secara bijak dengan memperhatikan jumlah, frekuensi konsumsi, serta tetap mengutamakan makanan segar sebagai sumber gizi utama.
“Apapun makanannya, yang penting harus sesuai takarannya karena UPF juga merupakan makanan yang telah mendapatkan izin edar dan tersertifikasi halal,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca label pangan, mulai dari komposisi bahan, informasi nilai gizi, hingga legalitas produk melalui izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengetahuan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat menjadi konsumen yang lebih cermat dalam memilih pangan yang aman dan sesuai kebutuhan keluarga.
Dorong Peran Orang Tua dalam Membangun Pola Konsumsi Sehat
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai kebiasaan mengonsumsi makanan kemasan, cara membaca label pangan, hingga strategi membangun pola makan sehat di rumah. Diskusi berlangsung hangat dan komunikatif sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya konsumsi pangan yang seimbang.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Ghoyatul Amin juga menekankan bahwa peran orang tua sangat menentukan kualitas pola makan anak sejak dini. Menurutnya, pemberian makanan yang sehat merupakan bagian penting dari proses pengasuhan.
“Salah satu bentuk parenting kita kepada anak-anak kita, di samping memberikan pendidikan terbaik, juga memberikan makanan yang terbaik,” ungkapnya.
Melalui edukasi ini, SALMON FPK UNAIR berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi yang sehat, aman, dan bergizi seimbang. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pangan tanpa harus menghindari produk tertentu secara berlebihan.
Pelaksanaan Healthy Food and Nutrition Campaign juga menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui edukasi konsumsi pangan bergizi dan aman, SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Penulis : Febriani Endah Trisnaningrum
Penyunting : Muhamad Nur Ghoyatul Amin






