Berita-FPK. Pimpinan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (Dekan dan Wakil Dekan 3) hadiri pertemuan pertama Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan kelautan Indonesia (FP2TPKI) di tahun 2019 yang diselenggarakan di Banda Aceh (17/6 2019). Sebagai tuan rumah kegiatan itu adalah Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Pertemuan kali ini tidak diselenggarakan di hotel sebagaimana pertemuan-pertemuan sebelumnya, tetapi diselenggarakan di gedung pertemuan Unsyiah.
Network Platform for Sustainable Development Goals14 menjadi topik bahasan pada sesi pertama pertemuan FP2TPKI. Tiga Narasumber tampil dalam pertemuan FP2TPKI, yaitu Dr. Safri Burhanuddin dari Kemenkomar, Dr. Julianti Ansye Sopacua dari UNDP, dan Dr. Sri Yanti Wibisana dari Bappenas. Paparan yang disampaikan oleh ketiga Narasumber itu adalah Pengembangan SDM Kemaritiman dalam Pencapaian SDGs-14 oleh Dr, Safri Burhanuddin, Developing Effective Network Platform for SDGs oleh Dr. Julianti Ansye Sopacua, SDGs-14 dan Naskah Teknokratis RPJMN 2020-2024 oleh Dr. Sri Yanti Wibisana. Sebagai fasilitator dalam diskusi adalah Dekan FPIK Universitas Padjadjaran, Dr.Yudi Nurul Ihsan.
Dalam kesempatan itu dilakukan Launching Indonesia University Network for SDG-14 yang dipandu oleh Ketua FP2TPKI, Dr. Ir. Lucky Adrianto, M.Sc., dilanjutkan dengan penyerahan Buku Konfigurasi Dosen FP2TPKI 2019 oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng. kepada Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Dr. Safri Burhanuddin. “Diharapkan Buku Konfigurasi Dosen FP2TPKI dapat bermanfaat bagi Kemenkomar karena berisi data keahlian dosen-dosen perikanan dari PT di Indonesia”, tutur Dr. Lucky Adrianto.
Sustainable Development Goals (SDGs) butir 14 tentang ekosistem kelautan yang mencakup pengembangan ekonomi maritim dan kelautan dan menjadi bagian dari pilar lingkungan. Tidak hanya peranan praktisi dan pakar saja, tetapi dukungan dari Perguruan Tinggi diperlukan agar implementasi SDGs-14 dapat berjalan baik. ”Unpad telah mendahului dengan memberikan tugas literasi kepada mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang dikaitkan dengan SDGs”, tutur Dr.Yudi Nurul Ihsan. Sebuah praktik baik yang patut ditiru. Bahkan dalam diskusi, ada peserta Forum yang mengusulkan SDGs menjadi skema KKN. Usulan tersebut disambut baik oleh Narasumber Dr. Julianti Ansye Sopacua.
Menurut Penulis, UNAIR sudah mengintegrasikan SDGs dalam 9 skema KKN yang diterapkan, meliputi KKN-BBM (Belajar Bersama Masyarakat), Tematik (KKN Back to Village), KKN Ceria, KKN Luar Negeri, KKN Pemili, KKN IPE (Interprofessional Education), KKN Kebangsaan, KKN PPM Dikti, dan KKN Citarum Haru yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi. Diharapkan model KKN tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, pertemuan FP2TPKI membahas LAM-PTIP, pemetaan SDM anggota FP2TPKI, progress buku FP2TPKI, peran FP2TPKI dalam Kebijakan Pendidikan Tinggi Riset dan Pembangunan Bidang Kelautan dan Perikanan, serta internal affairs. Diskusi dipandu oleh Ketua FP2TPKI, Dr. Lucky Adrianto yang didampingi oleh Wakil Ketua, Mochammad Heri Edy, MS. Pertemuan FP2TPKI yang kedua di tahun 2019 direncanakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Penulis:
Wahju Tjahjaningsih
Departemen Kelautan
Email: wahju.tjahjaningsih@fpk.unair.ac.id



