Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Sharing Alumni FPK UNAIR: Strategi Lolos Beasiswa dan Studi ke Luar Negeri

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Sharing Alumni bertajuk “Strategi Lolos Beasiswa dan Kuliah ke Luar Negeri” pada 28 Februari 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan dua alumni inspiratif, yakni Merdeka Agus Saputra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., alumni S2 Wageningen University & Research, Belanda dan S3 University of Oldenburg, Jerman, serta Muhammad Ar Rozzaaq Nugraha, S.Pi., M.Sc., alumni dan kandidat doktor di National Taiwan Ocean University, Taiwan. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi bagi mahasiswa FPK UNAIR yang memiliki aspirasi melanjutkan studi ke jenjang internasional.

Komitmen FPK UNAIR Mendorong Mahasiswa Go Global

Sebagai bagian dari Universitas Airlangga, FPK UNAIR terus mendorong mahasiswa untuk berani bersaing di tingkat global. Dalam sambutannya, Dekan FPK UNAIR, Prof. Dr. Endang Dewi Mashithah, Ir., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk memahami proses dan tantangan dalam meraih beasiswa luar negeri. Beliau menekankan pentingnya kesiapan akademik, mental, dan perencanaan karier yang matang agar mahasiswa mampu mengembangkan kapasitas diri secara optimal.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa FPK UNAIR dari berbagai program studi yang antusias menyimak pemaparan narasumber. Rangkaian acara meliputi pembukaan, sambutan dekan, sesi pemaparan materi dari kedua alumni, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan komunikatif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam meraih peluang pendidikan global.

Pengalaman dan Strategi Menuju Kampus Dunia

Dalam pemaparannya, Merdeka Agus Saputra membagikan perjalanan akademiknya yang penuh ketekunan. Ia menempuh studi magister di Wageningen University & Research dan melanjutkan doktoral di University of Oldenburg. Ia memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui proses yang panjang dan penuh evaluasi diri. Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kegagalan dalam tes bahasa dan seleksi universitas. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki strategi dan meningkatkan kualitas diri.

Sementara itu, Muhammad Ar Rozzaaq Nugraha menekankan pentingnya strategi dalam memilih kampus yang selaras dengan rencana riset serta memahami secara detail persyaratan akademik dan administratif. Ia berbagi pengalamannya menempuh studi di National Taiwan Ocean University dan melanjutkan studi doktoralnya di institusi yang sama. Menurutnya, kemampuan bahasa asing, manajemen waktu, konsistensi belajar, serta membangun komunikasi dengan calon pembimbing merupakan faktor kunci keberhasilan studi di luar negeri.

Dampak Positif dan Relevansi dengan SDGs

Kegiatan Sharing Alumni ini memberikan manfaat strategis bagi mahasiswa, antara lain meningkatkan motivasi, memperluas wawasan global, serta memberikan gambaran konkret mengenai proses seleksi beasiswa dan studi internasional. Selain itu, kegiatan ini mendorong penguatan kompetensi akademik mahasiswa agar lebih siap bersaing secara global.

Inisiatif ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas dan berstandar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat jejaring akademik global melalui alumni yang berkiprah di berbagai institusi internasional. Dalam konteks keilmuan perikanan dan kelautan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut berkontribusi terhadap SDG 14 (Life Below Water), mengingat penguatan pendidikan dan riset menjadi fondasi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing internasional, adaptif terhadap tantangan global, dan siap menjadi agen perubahan di bidang perikanan dan kelautan.

Penulis : FBM

Rated 5 out of 5