Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

“Si Perkasa” Patin Super Karya Anak Bangsa

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

“Si Perkasa” Patin Super Karya Anak Bangsa

Bagikan

Salah satu karya anak bangsa Indonesia, yaitu Ikan Patin Perkasa, terpilih sebagai bagian dari 112 karya inovasi Indonesia paling prospektif tahun 2020 versi Business Innovation Center (BIC) pada 3 Maret 2021 lalu. Ikan tersebut merupakan karya Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan melalui Balai Riset Pemuliaan Ikan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat (KKP, 2021).

Ikan Patin Perkasa (Patin Super Karya Anak Bangsa) merupakan komoditas perikanan unggul yang telah dikembangkan sejak tahun 2010 oleh Badan Riset Pemuliaan Ikan (BRPI). Ikan Patin Perkasa muncul dikarenakan tidak terkendalinya pemijahan Ikan Patin di Indonesia yang berujung pada penurunan kualitas ikan secara genetik dan belum ada upaya nyata untuk memperbaiki masalah tersebut (KKP, 2020).

Ikan Patin Perkasa berasal dari seleksi famili Ikan Patin Siam (Pangasionodon hypopthalmus) pada tahun 2010 – 2017 oleh BRPI dengan menyeleksi benih Ikan Patin dari Sukamandi, Jambi, dan Palembang serta mendapatkan akumulasi seleksi selama dua generasi sebesar 38,86% pada karakter bobot (BPRI, 2021). Dikutip dari situs resmi BPRI, Ikan Patin Perkasa memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan patin local, diantaranya respon seleksi kumulatif sebesar 38,86%, pertumbuhan lebih cepat 16,61 – 46,42%, produktivitas tahap pembesaran relatif tinggi, yaitu 11,27 – 46,41%, harga Pokok Produksinya lebih rendah 4,45 – 17,92%, dan B/C Ratio Ikan Patin Perkasa lebih unggul 14,71 – 48,48%.  Ikan Patin perkasa juga mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan, yaitu mampu bertahan dalam kondisi DO minimal 3 mg/l; suhu: 15 – 35ºC; pH: 4,5 – kurang dari 10; amoniak: kurang dari 0,1 mg/l; nitrit: kurang dari 0,2 mg/l, dan salinitas kurang dari 18 promil. Ikan Patin Perkasa juga tahan penyakit terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila sebesar 85,73% lebih baik daripada ikan patin lokal. Selain itu, Ikan Patin Perkasa juga lebih bergizi dengan kandungan protein sebesar 19,34 – 20,14%) (BPRI, 2021).

Patin Perkasa Inovasi Bangsa (KKP, 2020)

Sumber :

BPRI. 2021. Ikan Patin Perkasa. https://bppisukamandi.kkp.go.id/?page_id=2945#. Diakses pada 18 Maret 2021

KKP. 2020. Patin Perkasa, Patin Super karya Indonesia. https://kkp.go.id/artikel/23434-patin-perkasa-patin-super-karya-indonesia. Diakses pada 18 Maret 2021

KKP. 2021. Patin Perkasa Terpilih Menjadi Salah Satu Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif di Tahun 2020. https://kkp.go.id/artikel/27761-patin-perkasa-terpilih-menjadi-salah-satu-karya-inovasi-indonesia-paling-prospektif-di-tahun-2020. Diakses pada 18 Maret 2021

Penulis : Arjuna Permadiaz Dwi Putra            (Akuakultur, 2020)

Editor  : Anisa Muberra                                  (Akuakultur, 2018)

5/5