Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

SIBESMA 2024: Demokrasi Berkembang di Kampus, Perdebatan Menjadi Sorotan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

SIBESMA 2024: Demokrasi Berkembang di Kampus, Perdebatan Menjadi Sorotan

Bagikan

Berita FPK.

Pada tanggal 20 April 2024, pukul 08.00 – 17.00 WIB, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) disibukkan dengan agenda besar, yaitu Sidang Besar Mahasiswa (SIBESMA). Dihadiri oleh pemimpin mahasiswa terpilih, mahasiswa aktif, dan perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa. Sidang Besar Mahasiswa menjadi ajang penting untuk membahas Anggaran Dana/Anggaran Rumah Tangga, Standard Operational Procedure Pengawasan, dan juga Prosedur Tetap Hubungan antara Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuakultur (HIMAKUA), Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN), DUTA dan DPP DUTA, serta Badan Semi Otonom (BSO).

Presidium SIBESMA tahun ini ditempati oleh Rheva Meylisa A. sebagai presidium 1 dan Dwi Agustina Setiawan sebagai presidium 2. Keduanya telah menunjukkan kepemimpinan yang tangguh dalam memfasilitasi diskusi dan menjaga ketertiban dalam sidang.

Sidang ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yang merupakan anggota Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuakultur (HIMAKUA), serta Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN). Tidak ketinggalan, perwakilan dari DUTA dan DPP DUTA juga turut hadir, bersama dengan perwakilan dari berbagai Badan Semi Otonom (BSO) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Dibalik semaraknya sidang ini, sempat terjadi beberapa perdebatan sengit diiringi  kecerdasan dan semangat mahasiswa. Perdebatan tersebut seringkali dipicu oleh perbedaan pendapat atau bahkan perbedaan interpretasi atas suatu konsep. Adu argument menjadi pemandangan umum di sepanjang ruang sidang, dan tidak jarang perdebatan juga dipicu oleh ejaan diksi yang belum sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Perdebatan itu sendiri, merupakan bagian alami dari proses demokratisasi dan penyusunan keputusan kolektif. Melalui berbagai sudut pandang yang berbeda, mahasiswa berkesempatan untuk memperluas wawasan mereka dan mempertajam kemampuan berargumentasi.

Selain itu, partisipasi aktif dalam Sidang Besar Mahasiswa juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan membangun hubungan antarorganisasi. Kolaborasi lintas jurusan dan organisasi menjadi kunci dalam mencari solusi yang holistic terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta Sidang Besar Mahasiswa, memberikan argumen bahwa, “Meskipun mungkin terdapat perbedaan pandangan di antara mahasiswa, sangat penting bagi kita untuk tetap menghormati pendapat orang lain dan berupaya mencapai kesepakatan yang memadai demi kebaikan bersama.” Selain itu, SIBESMA dianggap sebagai wadah untuk menghargai keberagaman dan mendengarkan suara seluruh mahasiswa.

Melalui pendekatan dialogis dan inklusif, Sidang Besar Mahasiswa menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mahasiswa untuk berbagi ide, menyampaikan aspirasi, dan bekerja sama menuju perubahan yang positif.

5/5