Surabaya — Simulasi praktikum lapang mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) angkatan 2024 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) tidak hanya menjadi sarana latihan teknis pengambilan data, tetapi juga ruang pembelajaran kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, asisten praktikum, serta dosen dalam suasana pembelajaran langsung di lapangan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Kenjeran Watu-Watu ini turut dihadiri oleh jajaran dosen peminatan Ilmu dan Teknologi Kelautan, yaitu Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T., Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si., serta Ayu Lana Nafisyah, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Kehadiran dosen memberikan supervisi akademik sekaligus memastikan pelaksanaan praktikum berjalan sesuai standar metodologi ilmiah.
Peran Asisten Praktikum dalam Transfer Pengetahuan
Simulasi praktikum didampingi oleh asisten praktikum dari angkatan atas yang telah melalui proses seleksi berupa tes kompetensi dan wawancara. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami prosedur penggunaan alat, teknik sampling, serta pencatatan data lapangan secara sistematis.
Model pembelajaran peer-assisted learning tersebut menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif dan inklusif. Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman senior yang sebelumnya telah menjalani praktikum serupa.
Pendekatan ini mendukung SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internal civitas akademika, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang berdampak pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan.
Bagi para asisten praktikum, kegiatan simulasi ini juga memberikan manfaat dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus pengalaman dalam mendampingi proses pembelajaran lapangan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan praktikum, para asisten memiliki kesempatan untuk memperdalam kembali pemahaman terkait metode pengambilan sampel, penggunaan instrumen oseanografi, serta prosedur pengolahan dan pencatatan data yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Proses pendampingan kepada mahasiswa turut melatih kemampuan komunikasi ilmiah dalam menyampaikan konsep, prosedur praktikum, serta interpretasi awal terhadap data yang diperoleh di lapangan.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, peran sebagai asisten praktikum juga mendorong pengembangan kemampuan kepemimpinan, koordinasi tim, serta tanggung jawab akademik dalam memastikan kegiatan praktikum berjalan secara sistematis dan efektif. Interaksi langsung dengan dosen pembimbing dan mahasiswa menciptakan ruang pembelajaran yang konstruktif, sehingga para asisten tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan di lingkungan akademik. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk mahasiswa tingkat lanjut yang memiliki kompetensi keilmuan, profesionalisme, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam bidang kelautan dan
Testimoni Mahasiswa: Belajar Langsung dari Alam
Mohammad Salim Akbar selaku peserta praktikum menyampaikan bahwa pengalaman praktikum lapang memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan pembelajaran di kelas.
“Pengalaman praktikum secara langsung di lapangan membuat kami lebih memahami kondisi lingkungan laut sekaligus melatih ketelitian dalam pengambilan data,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa melakukan kegiatan riset maupun dunia profesional di bidang kelautan dan perikanan.
Simulasi praktikum lapang ini menjadi langkah strategis FPK UNAIR dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan lingkungan global dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.




