Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, yaitu Nadhira Hasna Rashida, Eristha Salma Ramadhina, Darunna’im Fithri, Maulidi Arrohman, Iskandar Suhud, dan Achmad Saif Alif Amrullah, sukses melaksanakan kegiatan Internship Praktek Kerja Lapang (PKL) di Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 1 September hingga 28 September 2025, dan menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang akuakultur modern dan teknologi pakan ikan.
Selama program berlangsung, mahasiswa memperoleh kesempatan berharga untuk mempelajari dan mempraktikkan langsung pembuatan bahan additive, pakan kontrol, serta formulasi incorporated feed di Laboratorium Nutrisi Ikan, Fish House, USM. Proses diawali dengan pengambilan dan pemrosesan bahan additive, yang meliputi pemotongan, pencucian, pengeringan dalam oven bersuhu 60°C selama 2–3 hari, serta penggilingan hingga berbentuk serbuk (powder). Bahan additive tersebut kemudian dicampurkan dalam pakan sesuai proporsi kebutuhan nutrisi ikan, diaduk hingga homogen, dan ditambahkan air hingga adonan kalis untuk dicetak menggunakan mesin pelletizer. Pelet hasil cetakan dikeringkan kembali dalam oven bersuhu 60°C selama 24 jam agar tahan disimpan dan memiliki tekstur optimal.
Selain pakan dengan tambahan bahan additive, mahasiswa juga membuat pakan kontrol sebagai pembanding dalam penelitian untuk mengevaluasi pengaruh bahan additive terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan. Formulasi kontrol ini disusun dengan prosedur yang sama agar perbandingan hasil dapat lebih akurat dan ilmiah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mempelajari teknik pembuatan coated feed dan incorporated feed, yaitu pakan yang diperkaya dengan bahan tambahan seperti probiotik, enzim, atau imunostimulan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memahami secara mendalam bagaimana formulasi pakan inovatif dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan ikan sekaligus mendukung prinsip akuakultur berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Selain praktek pembuatan pakan, mahasiswa juga melakukan analisis proksimat pakan, meliputi uji kadar lemak kasar menggunakan larutan chloroform dan pengukuran kadar air dengan alat Precisa HA6C. Analisis ini dilakukan di laboratorium School of Biological Sciences, USM, dengan bimbingan mahasiswa doktoral dan kolaborasi bersama mahasiswa Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Pengalaman ini memberikan wawasan baru karena penggunaan metode dan alat yang berbeda dari yang biasa digunakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR, serta meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan analisis laboratorium secara profesional.
Dalam bidang bioteknologi ikan, mahasiswa juga berkesempatan mempelajari teknik pengambilan organ jaringan (liver dan otot) ikan lele (Clarias sp.) menggunakan section set untuk keperluan penelitian histopatologi. Proses pengambilan dilakukan secara higienis dan sistematis, diawali dengan anestesi pada ikan untuk meminimalkan stres, dilanjutkan dengan pembedahan hati-hati menggunakan gunting dan pisau bedah steril. Sampel liver difiksasi dalam formalin 10%, sedangkan jaringan otot diambil dari bagian dorsal untuk diamati di bawah mikroskop setelah pewarnaan histologis. Kegiatan ini melatih ketelitian mahasiswa dan memperkuat pemahaman mereka terhadap prosedur pengambilan sampel biologis dengan standar laboratorium internasional.
Selain kegiatan laboratorium, mahasiswa juga melaksanakan sampling ikan lele secara berkala setiap minggu untuk memantau pertumbuhan, mengevaluasi kesehatan ikan, serta mencatat rata-rata bobot tubuh sebagai data pendukung penelitian pakan. Kegiatan ini dilakukan di kolam dan sistem indoor milik USM yang dilengkapi dengan pengaturan kualitas air dan suhu optimal untuk mendukung efisiensi budidaya.
Untuk menambah wawasan lapangan, mahasiswa turut mengikuti field trip ke tambak di Teluk Bahang dan kawasan Hutan Rimba. Kunjungan ini bertujuan mengenal sistem budidaya ekstensif pada ikan lele, nila, dan patin, sekaligus memperluas pemahaman mengenai manajemen tambak tradisional dan penerapan praktik akuakultur yang berkelanjutan di Malaysia. Selain bernilai edukatif, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi dan mempererat kerja sama tim antar peserta.
Selama satu bulan pelaksanaan internship, mahasiswa tidak hanya memperdalam keterampilan teknis di bidang Fish Nutrition, Feed Formulation, dan Sustainable Aquaculture, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, adaptasi budaya, serta kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Pengalaman belajar di Universiti Sains Malaysia memberikan bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia profesional perikanan global yang menuntut inovasi, ketelitian, dan tanggung jawab lingkungan.
Kegiatan ini diakhiri dengan dokumentasi hasil kerja dan refleksi pembelajaran yang menggambarkan antusiasme serta semangat kolaboratif para mahasiswa. Program Internship ini menjadi bukti nyata sinergi antara Universitas Airlangga dan Universiti Sains Malaysia dalam mencetak generasi muda akuakultur yang unggul, berwawasan internasional, serta berkomitmen pada pengembangan teknologi pakan ikan dan sistem budidaya berkelanjutan di masa depan.


















