Close
Pendaftaran
FPK UNAIR

SISTEM IMUNO-PROBIO-SIRKULASI (SI-PBR) DAPAT MENCEGAH INFESTASI PARASIT DAN MENEKAN KEMATIAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI TAMBAK Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

SISTEM IMUNO-PROBIO-SIRKULASI (SI-PBR) DAPAT MENCEGAH INFESTASI PARASIT DAN MENEKAN KEMATIAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI TAMBAK Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

Bagikan

Udang vaname (Litopenaeus vannamai)  mulai dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2002. Akan tetapi dalam perkembangannya banyak kendala yang perlu mendapat perhatian yang serius. Sampai dengan saat ini umumnya penyebab kematian udang vaname di tambak adalah adanya penurunan kualitas air dan infeksi  penyakit. Beberapa penyakit pada udang dapat disebabkan oleh parasit, bakteri, jamur dan virus yang dapat menyebabkan kematian udang 100%.

Salah satu penyakit parasite yang sering muncul selama budidaya udang antara lain adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit  Zoothamnium penaei, Epistylis sp dan vorticella  yang dapat menyebabkan luka di permukaan tubuh udang, pada infestasi berat dapat memicu adanya infeksi sekunder oleh virus maupun bakteri. Udang yang terinfestasi kategori berat akan sult bernafas, bergerak dan mencari makan. Infeksi sekunder yang sering  muncul adalah   White Spot Syndrome Virus (WSSV) menyerang udang pada berbagai tingkatan umur,  Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) dan dari golongan bakteri adalah  bakteri Vibrio sp. Yang menyebabkan penyakit Vibriosis. Penyakit yang beberapa tahun terakhir muncul adalah penyakit feses putih (White Feses Diseases). Beberapa penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 70 – 80 % dan menyebabkan kerugian hingga milyaran rupiah. Kematian udang selama pemeliharaan di tambak juga disebabkan oleh menurunnya kualitas air. Umumnya selama pemeliharaan udang akan terjadi penumpukan bahan organik di dasar tambak. Bila proses penguraian bahan organik ini terhambat maka akan menyebabkan adanya pembusukan yang akan menyebabkan efek sampinya dengan munculnya gas beracun seperti  amoniak (NH3) dan Nitrit (NO2) yang dapat menyebabkan kematian udang.

Sistem   Imuno-Probio-Sirkulasi (SI-PBR)

Budidaya udang dengan Sistem Imuno-Biosirkulasi (SI-PBR), merupakan upaya menekan tingginya kematian udang dengan penerapan imunisasi, penggunaan probiotik dan sirkulasi dengan memanfaatkan ikan bandeng sebagai filter biologis. Penggunaan imunostimulan pada benih udang sebelum ditebar ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh udang. Salah satu Imunostimulan yang digunakan adalah adalah imunostimulan dari protein MP Zoothamnium penaei untuk meningkatkan pertahanan tubuh udang dan mencegah serangan penyakit ektoparasit, bakteri maupu virus.  Pemberian probiotik ditujukan untuk mempertahankan kualitas air dan kesehatan udang. Probiotik dengan berbagai jenis bakteri pengurai bahan organik pada budidaya udang  sudah banyak dilakukan untuk meningkatkan kelulushidupan udang hingga 86 – 93%. Penggunaan filter biologis ikan bandeng 1 ekor per meter persegi dalam sistem ini  dilakukan pada petak resirkulasi yang sudah didesign pada petakan tambak udang. Tujuan dari filter ini adalah untuk menyeimbangkan biomassa plankton, mengurangi senyawa nitrit dan amoniak, karena ikan bandeng dapat mengakumulasi senyawa tersebut dalam tubuh udang, sehingga tidak terjadi pembusukan di dalam tambak. Hasil penelitian Mahasri (2007) menunjukkan bahwa dengan system imuno probioresirkulasi (SI-PBR) dapat meningkatkan kelulushidupan udang  hingga  82% di beberapa tambak udang.

Metode dan Hasil

Tahapan awal untuk aplikasi SI-PBR  adalah Persiapan Tambak dan  Penyiapan Udang Benih Udang Vaname Sehat. Kemudian dilanjutkan dengan Aplikasi atau tahap pemeliharaan udang dengan SI-PBR dan pengumpulan data. Sebanyak 4 petak tambak         yang terdiri dari  petak tandon, petak resirkulasi dengan filter biologi dari ikan bandeng dan petak pemeliharaan udang. Tiap-tiap petakan tersebut dihubungkan dengan dua buah paralon 8 dim untuk aliran saat melakukan resirkulasi.  Tahap berikutnya adalah penyiapan benh udang vaname sehat, stadia juvenil (glondongan)  yang berumur 40-50 hari dengan panjang sekitar 7-10 Cm. Pemeliharaan udang dilakukan selama 3 bulan (satu periode panen) dengan melakukan pengontrolan terhadap petak sirkulasi, kualitas air dan kesehatan dan pertumbuhan udang. Luas dari petak bandeng adalah 500 meter persegi, digunakan bandeng sebanyak 2000 ekor. Sirkulasi dilakukan 2 kali setiap 24 jam, yaitu pada waktu pagi  hari dan malam hari selama 2 jam. Sirkulasi dilakukan pada jam 06.00 sampai dengan 08.00 selama 2 jam, jam 24.00 – 02.00 selama 2 jam. Parameter uji meliputi Pemeriksaan dan  pengukuran respon imun udang (THC dan DHC), Infestasi Ektoparasit dan penghitungan kelulushidupan (SR)

Hasil penelitian bahwa infestasi parasit mununjukkan bahwa udang vaname positif terinfestasi  parasit Zoothamnium sp. dan Epystylis sp. dengan tingkat infestasi yang terendah sebesar 13,33%  terjadi pada udang umur 1 hari pada udang yang dipelihara tidak  dengan system Imuno-Proiosirkulasi (SI-PBR), infestasi tertinggi juga terjadi pada udang yang dipelihara tidak dengan SI-PBR yaitu sebesar 63,33% pada umur 90 hari. Infestasi parasit pada udang yang dipelihara dengan SI-PBR juga terinfestasi oleh parasit, akan tetapi semua infestasi lebih rendah jika dibandingkan dengan pada udang yang dipelihara tidk   SI-PBR. Pemeriksaan respon imun menunjkkan bahwa  penghitungan Total haemocyte Count (THC)  tertinggi ditemukan pada udang yang diberi pakan yang ditambahkan crude protein Zoothamnium penaei yang  berumur 60 hari yaitu 56,58 x 106 Sel/ml, sedangkan terrendah terjadi pada udang umur 30 hari, yaitu 27,57 x 106 Sel/ml.  Hasil penghitungan DHC menunjukkan bahwa DHC tertinggi terjadi pada udang vaname yang dipelihara SI-PBR dan berumur 90 hari, sedang yang terrendah ditemukan pada udang yang tidak dipelihara dengan SI-PBR pada umur 90 hari, yaitu 26,57% dan 14,99%. Budidaya udang dengan SI-PBR dapat meningkatkan kelulushidupan udang vaname dari 17% menjadi 88%.

Gambar 1. Gambar Tambak Pemeliharaan Udang dengan SI-PBR.
Keterangan : Petak Filter Biologis dari Ikan Bandeng (PFB), Petak Filter dari Rumput Laut
(FRL) dan Petak Pemeliharaan Udang (PPU)

 

Gambar 2. Imunisasi pada Benih Udang dengan Dipping Sebelum ditebar di Tambak

Gambar 3. Udang Vaname Sehat  (A) dan Terinfestasi Zoothamnium penaei (Zoothamniosis) (B)

 

Referensi

Mahasri, G. , P. D. W. Sari1 and Prayogo. (2018). Immune Response and parasitic Infestation on Pacific White Shrimp (Lithopenaeus vannamei) in Immuno-Probiocirculation System (SI-PBR) in ponds. Asean-Fen International Fisheries Symposium – 2017 IOP Publishing. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 137 (2018) 012024 doi :10.1088/1755-1315/137/1/012024.

Penulis
Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si.
Departemen MKI-BP
Email: Gunanti-m@fpk.unair.ac.id

Loading

5/5