Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Studi Ilmiah Ungkap Dampak Vaksinasi dan Penandaan pada Budidaya Perikanan Terhadap Rasa Sakit pada Ikan

Bagikan

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah menyajikan temuan menarik tentang dampak beberapa prosedur rutin dalam bidang budidaya, perikanan, dan penelitian ilmiah terhadap ikan. Studi ini mengungkap bahwa tindakan seperti penandaan dan vaksinasi pada ikan berpotensi menyebabkan rasa sakit dan kerusakan jaringan pada hewan-hewan ini.

Hasil penelitian ini muncul setelah peneliti berhasil mengkarakterisasi syaraf penerima rangsangan sakit pertama kali pada ikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan memiliki fisiologi yang identik dengan mamalia saat merespons berbagai rangsangan sakit, termasuk panas, tekanan mekanik, dan rangsangan kimia seperti asam asetat dan racun lebah.

Beberapa penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan perubahan tingkah laku signifikan pada ikan saat mereka mengalami rangsangan rasa sakit. Hal ini mencakup penurunan aktivitas berenang, pergerakan tidak normal, dan perubahan laju pernafasan.

Namun, ada kabar baik dalam penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa teripang mengandung komponen bioaktif yang dapat menyebabkan aktivitas analgesik, yaitu kemampuan untuk mengurangi rasa sakit. Komponen tersebut dikenal sebagai triterpen glikosida, yang merupakan jenis saponin yang umum ditemukan pada teripang.

Hasil pengujian terhadap ekstrak etanol dari Phyllophorus sp, sejenis teripang, menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung saponin dan triterpenoid/streoid. Sementara itu, ekstrak metanol dari Phyllophorus sp juga terdeteksi mengandung triterpenoid/streoid dan alkaloid.

Penelitian selanjutnya akan fokus pada eksplorasi lebih lanjut terhadap kandungan senyawa kimia dalam ekstrak etanol teripang Phyllophorus sp. dan bagaimana ekstrak tersebut dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada ikan mas setelah mereka diinjeksi asam asetat sebagai rangsangan rasa sakit.

Indikator rasa sakit yang akan diamati dalam penelitian ini meliputi peningkatan kadar kortisol dan glukosa darah pada ikan. Penemuan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan ikan dalam budidaya perikanan dan penelitian ilmiah di masa depan.

Penelitian ini membuka jalan bagi peningkatan pemahaman kita tentang pengalaman ikan terhadap rasa sakit dan potensi pengembangan metode yang lebih aman dan nyaman dalam budidaya perikanan serta penelitian ilmiah yang melibatkan hewan-hewan ini.

 

 

 

Rated 5 out of 5