Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Tampil Live di JTV, Wapres BEM FPK UNAIR Ajak Gen Z Bangkitkan Sektor Maritim Lewat Inovasi IoT dan Ekonomi Biru

Bagikan

SURABAYA – Sektor kelautan dan perikanan Indonesia memiliki potensi raksasa yang belum tergarap maksimal. Merespons tantangan tersebut, Wakil Presiden BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Ahmad Fadhil Damarmanah Goesti Putra (Damar), membagikan pandangannya secara eksklusif dalam siaran langsung (live) di stasiun televisi JTV pada hari Selasa 12 Mei 2026 untuk rangkaian Maritime Fest

Dalam wawancara dialog khusus yang dihadiri oleh presiden BEM FTK ITS dan siswa dari SMKN 3 Buduran tersebut, Damar menyoroti sebuah ironi di mana antusiasme Generasi Z (Gen Z) untuk mempelajari ilmu perikanan dan kemaritiman masih tergolong sangat rendah. Padahal, kekayaan sumber daya alam maritim Indonesia sangatlah luas.

“Oleh karena itu, sektor ini sangat membutuhkan kehadiran sumber daya manusia (SDM) dari Gen Z yang merupakan digital native untuk bisa menjadi motor penggerak dan mengintegrasikan teknologi di masa depan,” tegas Damar.

Ia juga menepis stigma terkait masa depan lulusan perikanan. Menurutnya, prospek kerja di sektor ini memiliki spektrum yang sangat luas. Di sisi lain, luaran SDM ahli dari sekolah maupun perguruan tinggi saat ini masih harus ditingkatkan secara signifikan. Hal ini menciptakan supply and demand yang menguntungkan bagi lulusan. “Kemungkinan untuk menganggur di sektor perikanan itu sangat kecil sekali,” tambahnya.

Persiapan Kampus dan Inovasi “KJA Smart” Berbasis Kelestarian Lingkungan

Keyakinan Damar tidak lepas dari persiapan matang yang diberikan oleh FPK UNAIR. Ia menceritakan bahwa sejak semester pertama, mahasiswa telah digembleng untuk menjadi agen berpengaruh di sektor perikanan melalui mata kuliah fundamental, seperti Dasar-Dasar Akuakultur dan Dasar-Dasar Pengolahan Hasil Perikanan.

Berbekal ilmu tersebut dan pengalaman magangnya di pusat pembenihan serta tempat budidaya ikan di Situbondo, Damar memiliki visi besar. Ke depannya, ia bercita-cita menjadi pembudidaya ikan modern yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) agar proses produksi menjadi jauh lebih efisien.

Lebih dari sekadar produksi, Damar sangat menekankan prinsip ekonomi biru (blue economy). Baginya, aktivitas budidaya ikan mutlak harus memperhatikan sustainability (keberlanjutan) lingkungan perairan.

Sebagai bukti nyata dari visinya, Damar telah merancang sebuah inovasi bernama “KJA Smart” untuk area tambak. Proyek cerdas ini didesain agar mampu menyedot endapan kotoran yang menumpuk di dasar tambak, yang kemudian dialirkan dan dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi untuk sistem akuaponik.

Apresiasi untuk JTV Maritime Fest

Dalam kesempatan yang sama, Damar turut memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Maritime Fest oleh JTV. Ia meyakini bahwa acara berskala besar ini akan sukses menambah wawasan dan antusiasme masyarakat luas, khususnya warga Surabaya, terhadap kekayaan maritim Indonesia.

Antusiasme tersebut bahkan sudah terasa di lingkungan kampus. Damar mengaku telah berbagi informasi mengenai salah satu agenda Maritime Fest, yakni Beach Fun Run, kepada rekan-rekannya di FPK UNAIR, dan mendapatkan sambutan serta antusiasme yang luar biasa.

“Harapan saya, acara Maritime Fest ini dapat berjalan lancar dan sukses. Lebih dari itu, saya berharap acara ini mampu memberikan edukasi dan pengetahuan bagi adik-adik di tingkat SD, SMP, hingga SMA, agar mereka semakin melek terhadap cerahnya prospek di sektor perikanan dan maritim,” tutup Damar.

Penulis : Terry Previo Avianto
Penyunting : MNGA

Rated 5 out of 5