Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Tentang Para Nelayan di Nusantara: Masyarakat Pesisir Indonesia

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Tentang Para Nelayan di Nusantara: Masyarakat Pesisir Indonesia

Bagikan

Negara Indonesia yang terkenal dengan Negara Kepulauannya  memiliki sekitar 17.508 pulau, sehingga bisa dibayangkan disetiap pulau yang berpenghuni pasti terdapat masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencahariannya adalah sebagai nelayan. Nelayan adalah suatu fenomena social yang sampai saat ini masih merupakan tema yang sangat menarik untuk didiskusikan. Membicarakan nelayan hampir pasti isu yang selalu muncul adalah masyarakat yang marjinal, miskin dan menjadi sasaran eksploitasi penguasa baik secara ekonomi maupun politik. Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya. Mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang dekat dengan lokasi kegiatannya.

Profesi Nelayan Indonesia sebagian besar diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Karakteristik masyarakat nelayan terbentuk mengikuti sifat dinamis sumberdaya yang digarapnya, sehingga untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, nelayan harus berpindah-pindah. Selain itu, resiko usaha yang tinggi menyebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu diliputi ketidakpastian dalam menjalankan usahanya.

Kemiskinan yang selalu menjadi “trade mark” bagi nelayan dalam beberapa hal dapat dibenarkan dengan beberapa fakta seperti kondisi pemukiman yang kumuh, tingkat pendapatan dan pendidikan yang rendah, rentannya mereka terhadap perubahan-perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang melanda, dan ketidak berdayaan mereka terhadap intervensi pemodal, dan penguasa yang datang.

Kita ketahui bahwa potensi kelautan dan pesisir Indonesia yang kaya. Potensi sumberdaya pesisir di Indonesia dapat digolongkan sebagai kekayaan alam yang dapat diperbaharui (renewable resources), tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources), dan berbagai macam jasa lingkungan (environmental service).

Fenomena kehidupan masyarakat nelayan yang masih dalam katagori miskin dan termarjinalkan   ini dalam rangka meningkatkan kehidupan mereka masih sangat membutuhkan turut campurnya tangan pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat.

Penulis:
Adriana Monica Sahidu
(Departemen Kelautan)
adriana-m-s@fpk.unair.ac.id

5/5